LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

7 Ibu hamil berisiko tinggi diprediksi melahirkan saat Lebaran

Menurut dia, ketujuh ibu hamil tersebut dinyatakan memiliki risiko tinggi saat melahirkan karena berbagai faktor. Seperti memiliki penyakit jantung, saluran pernafasan, berusia lebih dari 40 tahun hingga kondisi fisik ibu yang kecil.

2017-06-23 21:00:00
yogyakarta
Advertisement

Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta mendata tujuh ibu hamil berisiko tinggi yang memiliki hari perkiraan lahir tepat saat Hari Raya Idul Fitri 1438 H. Oleh karena itu, perlu dilakukan pemantauan sejak dini.

"Data ibu hamil berisiko tinggi yang memiliki hari perkiraan lahir (HPL) saat Idul Fitri sudah ada di tiap Puskesmas. Kami sudah melakukan koordinasi dengan camat dan lurah untuk selalu memantau kondisi mereka," kata Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Agus Sudrajat seperti dilansir Antara, Jumat (23/6).

Menurut dia, ketujuh ibu hamil tersebut dinyatakan memiliki risiko tinggi saat melahirkan karena berbagai faktor. Seperti memiliki penyakit jantung, saluran pernafasan, berusia lebih dari 40 tahun hingga kondisi fisik ibu yang kecil.

Agus mengatakan, keluarga, kader ibu hamil di wilayah hingga pemangku wilayah harus terus berkoordinasi saat ibu hamil berisiko tinggi tersebut akan menjalani persalinan.

"Seluruh pihak sudah harus tahu apa yang akan mereka lakukan. Misalnya saja, rumah sakit yang akan menjadi rujukan dan tindakan kesehatan yang harus dilakukan saat ibu tersebut akan menjalani persalinan," jelasnya.

Sejumlah rumah sakit di Kota Yogyakarta yang sudah dipersiapkan untuk melayani persalinan ibu hamil berisiko tinggi tersebut di antaranya adalah RS Jogja, RS Dr. Sardjito, RS Bethesda dan RS Panti Rapih.

"Di seluruh rumah sakit tersebut, dokter kandungan, bidan dan dokter anestesi harus selalu siaga. Bisa saja, persalinan harus dilakukan dengan jalan operasi," katanya.

Selain tujuh ibu hamil berisiko tinggi tersebut, masih ada lima ibu hamil yang juga memiliki HPL tepat saat hari raya Idul Fitri. "Kami tetap siapkan sistem rujukan untuk ibu hamil tersebut jika mereka melahirkan saat Lebaran meskipun mereka tidak memiliki risiko," katanya.

Meskipun memiliki HPL tepat saat Idul Fitri, namun Agus mengatakan jika kelahiran bayi lebih cepat atau lebih lambat dua pekan dari HPL, maka kondisi tersebut tetap normal.

Selain itu, pada libur Lebaran masih akan ada dua puskesmas di Kota Yogyakarta yaitu Jetis dan Tegalrejo tetap melayani pasien, begitu pula dengan RS Pratama. Sedangkan puskesmas lainnya, hanya akan tutup pada saat hari raya Idul Fitri.

"Layanan rawat jalan RS Jogja akan tutup dua hari sebelum Lebaran dan dua hari sesudah Lebaran. Meskipun demikian, layanan gawat darurat tetap buka," katanya.

Baca juga:
Ibu hamil di India disarankan tidak makan daging, berhubungan seks
Ibu hamil ini kontraksi usai jenguk suami di sel tahanan
Ini bahayanya jika ibu hamil kebanyakan makan nasi putih
Rayakan Hari Ibu, kaum hawa Nikaragua bersaing di kontes perut besar
5 Hal yang perlu diperhatikan ibu hamil dan menyusui saat berpuasa
Hamil di luar nikah, siswi SMA ini dilarang ikut acara kelulusan

(mdk/msh)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.