LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

64 Mahasiswa UPH keracunan, pihak vendor bisa dipidana

Kasat Reskrim Kriminal Polres Tangerang Selatan AKP Ahmad Alexander mengatakan, jika ada unsur kelalaian maupun kesengajaan, pihak vendor bisa dipidana.

2018-06-01 12:45:29
Keracunan Makanan
Advertisement

Sebanyak 64 mahasiswa Universitas Pelita Harapan (UPH) Karawaci, Tangerang, keracunan usai menyantap nasi box di acara wisuda. Kasat Reskrim Kriminal Polres Tangerang Selatan AKP Ahmad Alexander mengatakan, jika ada unsur kelalaian maupun kesengajaan, pihak vendor bisa dipidana.

"Bisa (dipidana), tapi kita liat dulu itu kesengajaan atau kelalaian. Kalo kesengajaan, tiada ampun. Kalo kelalaian, asal ada korban yang melapor, kita tindak lanjuti," katanya saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (1/6).

Hingga saat ini, kepolisian juga masih menunggu hasil sampel pemeriksaan makanan yang dilakukan pihak Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM).

Advertisement

"Sedang diperiksakan di BPOM Serang," ucapnya.

Beberapa mahasiswa yang mengalami keracunan dan dirawat di RS Siloam Lippo Village, Tangerang juga telah dipulangkan. "Pagi atau siang ini sudah ada yang pulang lagi," ucapnya.

Sebelumnya, puluhan mahasiswa Universitas Pelita Harapan (UPH), Karawaci, Tangerang Selatan, mengalami keracunan usai mengikuti acara Wisuda XXXIII UPH Program Teacher Collage (TC). Kejadian terjadi pada pukul 12.00 WIB. Saat itu, sebagian panitia penyelenggara membagikan makan siang berupa nasi goreng telur di dalam box.

Advertisement

Usai pembagian, beberapa mahasiswa mulai menyantap. Mereka langsung mengalami muntah-muntah. Saat ini sampel dari makanan itu sedang dicek di laboratorium.

"Sementara sample makanan sedang dalam pemeriksaan di lab mikrobiologi di kampus UPH," kata Humas Kampus UPH, Rosse Hutapea, dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (1/6).

Rosse menerangkan, hasil pemeriksaan laboratorium dari sample makanan tersebut baru akan bisa diketahui 24 jam berikutnya.

"Pemeriksaan dan hasil akan dilaporkan 1x24 jam," kata dia.

Pihak kampus akan terus memantau kondisi mahasiswa yang masih menjalani perawatan di RS Siloam Lippo Village, Karawaci, kabupaten Tangerang.

"Selain pemeriksaan sample di lab mikrobiologi UPH, juga dilakukan di lab mikrobiologi RS Siloam dan kami masih menunggu hasilnya," jelas Rosse.

Rosse memastikan makanan nasi goreng telur yang dikonsumsi itu diberikan kepada mahasiswa yang akan mengisi acara dan yang bertugas di wisuda.

"Jadi bukan konsumsi untuk acara wisudawan seperti yang diberitakan media sebelumnya. Menu tersebut juga disiapkan oleh Vendor dan sudah dalam pemeriksaan polisi," terangnya.

Saat ini seluruh korban sudah diperbolehkan pulang. Tinggal 13 orang yang masih dirawat.

"Kami juga masih menunggu kabar terbaru terkait kondisi ke-13 yang di Siloam," katanya.

Baca juga:
64 Mahasiswa UPH keracunan, sampel nasi goreng dicek di laboratorium
Diduga keracunan, mahasiswa UPH muntah-muntah usai santap nasi di acara wisuda
Kasus keracunan Tutut di Bogor, pembuat dan penjual ditetapkan tersangka
Jumlah warga diduga keracunan tutut di Bogor terus bertambah
`Korban keracunan di Bogor trauma makan tutut'
85 Warga keracunan tutut, Pemkot Bogor tetapkan status KLB

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.