600 Ayam di Palembang Mati Mendadak Terserang Flu Burung
Ketua Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Sumsel drh Jafrizal mengungkapkan, kasus tersebut terjadi di Sekojo, Kecamatan Kalidoni, Palembang, sebanyak 400 ekor dan kawasan Plaju sekitar 200 ekor.
Ratusan ekor ayam di Palembang mati mendadak akibat virus avian influenza atau flu burung. Pencegahan harus segera dilakukan agar kasus serupa tak meluas.
Ketua Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Sumsel drh Jafrizal mengungkapkan, kasus tersebut terjadi di Sekojo, Kecamatan Kalidoni, Palembang, sebanyak 400 ekor dan kawasan Plaju sekitar 200 ekor.
Matinya ayam tersebut telah terjadi sejak akhir tahun lalu dan hingga saat ini masih berlangsung secara bertahap.
"Ada ratusan ekor ayam yang mati mendadak. Dari pemeriksaan positif akibat flu burung," ungkap Jafrizal saat dihubungi merdeka.com, Jumat (7/2).
Menurut dia, kasus flu burung biasanya terjadi ketika cuaca ekstrem. Hal ini berdasarkan temuan kejadian beberapa tahun terakhir.
"Sudah sering terjadi, bukan kali pertama. Biasanya muncul ketika cuaca ekstrem seperti saat ini, unggas rentan terserang penyakit," ujarnya.
Pihaknya mengimbau peternak atau masyarakat untuk mengetahui ciri-ciri umum unggas terkena virus itu. Seperti sulit bernapas, diare, fial kehitaman, nafsu makan menurun, dan mati mendadak.
"Peternak mesti berhati-hati, lakukan disinfeksi dan sanitasi yang baik di kandang maupun dirinya agar tidak terinfeksi. Jika ditemukan ayam mati mendadak harus dikubur atau dibakar," imbaunya.
Selain itu, Jafrizal meminta Dinas Kesehatan dan Dinas Peternakan segera menanggulangi potensi penyebaran virus itu. Sebab, flu burung mudah menyerang dan menimbulkan kekhawatiran orang banyak.
"Harus segera ditangani, pencegahan mesti dilakukan," tegasnya.
(mdk/rnd)