6 Kecelakaan yang menimpa pesawat milik TNI
Pilot Hawk 200, Letda Reza Yori Prasetyo selamat karena menggunakan kursi lontar.
Armada militer Indonesia kembali menjadi sorotan setelah pesawat Hawk 200 milik TNI AU, jatuh di Pasir Putih, Pekanbaru, Riau, Selasa (16/10) pagi. Pesawat Hawk 200 milik TNI AU dilaporkan jatuh di kawasan pemukiman Pandau Permai, Pekanbaru, Riau. Informasi yang dihimpun, pesawat nahas itu jatuh sekitar pukul 09.30 WIB. Pesawat Fokker 27 A 2708 terjatuh di Kompleks Rajawali, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (21/6/2012). Pesawat yang diterbangkan Mayor Penerbang Heri Setiawan tersebut jatuh saat melakukan pola latihan terbang dan pendaratan di Landasan Udara Halim Perdanakusuma. Helikopter Puma SA 330 milik TNI AU jatuh di Lapangan Udara Atang Sendjaja, Bogor, Jawa Barat, Senin (8/6/2009). Pesawat latih milik Sekolah Penerbangan TNI Angkatan Udara Adi Sucipto yogyakarta jenis T-34 Charlie dengan nomor registrasi LD 3417 menabrak sebuah tebing di pinggir Sungai Progo, Bandongan, Kabupaten Magelang, Jumat (6/1/2012). Pesawat tempur jenis KT1 Wong Bee jatuh dan terbakar di Bandara Ngurah Rai, Bali, Kamis (24/6/2010). KT-1 merupakan pesawat pelatih dasar pertama yang dikembangkan untuk pelatihan penerbangan dasar. Pesawat AS-202 Bravo jatuh di Desa Jati, Sumber Lawang, Sragen, Rabu (17/9/2009). Pesawat yang bernomor Registrasi LM-2039 tersebut yang digunakan TNI Angkatan Udara sejak tahun 1981.
Kondisi pesawat bernomor 0212 buatan Inggris yang jatuh di pemukiman warga itu hancur dan terbakar. Kondisi pilot, Letda Reza Yori Prasetyo yang menerbangkan pesawat tempur keluaran tahun 2000 itu selamat karena menggunakan kursi lontar. Berikut ini beberapa armada udara TNI yang nahas, jatuh setelah terbang.Hawk 200 TNI AU
Pesawat itu terbang dalam misi latihan rutin. "Saat itu ada dua pesawat yang mengudara, namun satu sudah landing dan satu yang ini," kata Kapuspen TNI AU Marsekal Pertama TNI Azman Yunus saat dihubungi, Selasa (16/10).
Pilot pesawat Lettu Reza Yori Prasetyo dinyatakan selamat karena menggunakan kursi lontar.Fokker 27 TNI AU
Fokker 27 A 2708 masuk ke Indonesia sebagai pesawat TNI AU pada tahun 1977 dari Belanda dan sudah mempunyai usia 14.936 jam terbang.
Total korban tewas akibat kecelakaan pesawat itu mencapai 11 orang. Jumlah itu terdiri dari 7 anggota Skuadron 2 Landasan Udara Halim Perdana Kusuma TNI AU, dan 4 orang lainnya adalah warga sipil yang tertimpa badan pesawat Fokker 27.Puma SA 330
Puma SA 330 merupakan sebuah helikopter angkut bermesin ganda buatan Aerospatiale Perancis yang sudah memperkuat jajaran TNI AU sejak tahun 1968.
Heli bernomor H 3306 tersebut jatuh saat melakukan tes terbang di Lanud Atang Sendjaja. Dalam peristiwa ini empat prajurit TNI AU meninggal dunia dan tiga lainnya luka berat.T-34C TNI AU
Pesawat latih T-34C Mentor, LD-3417 yang jatuh tersebut merupakan buatan pabrik Beechcraft Amerika Serikat dan sudah digunakan sebagai pesawat latih di Lanud Adi Sucipto sejak tahun 1978.
T-34 Charlie merupakan pesawat latih yang cukup populer, tercatat 26 negara termasuk Indonesia menggunakannya. Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) juga masih menggunakannya sebagai pesawat latih utama.
Pilot pesawat Kapten Penerbang Ali Mustofa tewas akibat tabrakan keras yang menghancurkan sebagian besar badan pesawat.KT 1 Wong Bee
Pesawat latih yang jatuh itu dipiloti oleh Mayor Penerbang Andi Widjanarko dengan satu penumpang yakni Pangdam IX Udayana Mayor Jenderal TNI Rachmat Budiyanto. Keduanya selamat dengan menggunakan parasut terjun payung setelah sebelumnya meloncat dengan kursi lontar.AS-202 Bravo TNI AU
Pilot pesawat nahas itu, Letda Felig Don Paschoalm Senda Wangge dinyatakan tewas dalam kejadian tersebut.