56 Jenazah Korban Banjir di Flores Timur Dimakamkan secara Massal
Sebanyak 56 jenazah korban banjir di Desa Nele Lamadiken, Kecamatan Ile Boleng, Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) dimakamkan secara massal.
Sebanyak 56 jenazah korban banjir di Desa Nele Lamadiken, Kecamatan Ile Boleng, Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) dimakamkan secara massal.
"Ada 56 jenazah warga Desa Nele Lamadiken yang langsung dimakamkan massal di sebelah pemakaman umum desa. Pastor paroki di sini yang memimpin upacara pemakaman," kata Kepala Desa Nele Lamadiken, Pius Pedang Melai, Selasa (6/4).
Dia menambahkan, saat ini ada 758 warga yang mengungsi di tiga lokasi. Rinciannya 281 orang mengungsi di SDN Nele Lamadiken, 452 orang di Kantor Desa Nele Lamadiken, dan 25 orang di Neleblobong.
Para pengungsi memilih tidur di pos pengungsian pada malam hari. Siangnya kembali ke rumah untuk membersihkan sisa banjir dan memberi makan ternak.
"Sisanya lebih memilih tinggal di keluarga mereka di desa lain," Jelas Pius.
Lokasi terparah badai ini yakni, di Desa Lamanele, Kecamatan Ile Boleng, Desa Waiwerang dan Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, serta Desa Oyang Barang, Kecamatan Wotan Ulumado.
Desa Nelelamadike yang berada di Kecamatan Ile Boleng, Pulau Adonara merupakan salah satu desa dengan penyumbang korban meninggal dunia terbanyak, akibat banjir bandang dan longsor yang terjadi Minggu (4/4) kemarin.
Baca juga:
Kepala BNPB: 81 Orang Meninggal Akibat Banjir NTT, 103 Warga Masih Dicari
Siklon Tropis Seroja, Walhi Sebut Pulau-Pulau Kecil di Indonesia Makin Rentan
48 Warga Lembata Dilaporkan Masih Hilang Akibat Banjir Lahar Hujan
Pemerintah akan Beri Dana Siap Pakai untuk Pengungsi Korban Banjir NTT
Panglima TNI Kerahkan Prajurit-Alutsista Bantu Korban Bencana di NTT dan NTB
Korban Bencana NTT Dapat Bantuan Rp10-50 Juta untuk Perbaiki Rumah