LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

50 Ribu Orang di Bogor Kesulitan Air Bersih

Adam menjelaskan, terhitung 1 September 2020 distribusi air bersih sebanyak 425 ribu liter, menyasar 16.142 Kepala Keluarga (KK) dengan total 50.450 jiwa.

2020-09-03 04:02:00
Kekeringan
Advertisement

Sebagian wilayah Kabupaten Bogor, kembali diguyur hujan dalam satu bulan terakhir, Rabu (2/9) sore. Hujan ini diharapkan bisa mengurangi krisis air bersih yang dialami warga Bumi Tegar Beriman.

Sedikitnya ada 9 kecamatan di Kabupaten Bogor mengalami krisis air bersih hingga ladang sawah terancam gagal panen. Yakni Kecamatan Tenjo, Jasinga, Cigudeg, Ciampea, Citeureup, Klapanunggal, Gunungputri, Jonggol dan Cariu.

"Itu wilayah yang kita sudah mulai pasok air bersih. Totalnya ada 30 desa di 9 kecamatan itu," kata Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, M Adam, Rabu (2/9).

Advertisement

Adam menjelaskan, terhitung 1 September 2020 distribusi air bersih sebanyak 425 ribu liter, menyasar 16.142 Kepala Keluarga (KK) dengan total 50.450 jiwa.

Sejauh ini, Kecamatan Jasinga paling parah terdampak kemarau. Camat Jasinga, Hidayat Saputradinata mengungkapkan ada 14 desa mengalami kekeringan di belahan barat Kabupaten Bogor itu.

"Sementara yang melaporkan atau meminta bantuan air bersih ada 14 desa. Yakni Sipak, Cikopomayak, Barengkok, Bagoang, Wirajaya, Koleang, Jasinga, Tegalwangi, Curug, Kalongsawah, Neglasari, Pamagersari, Pangaur dan Desa Setu," jelas Hidayat.

Advertisement

Hujan diharapkan terus terjadi secara rutin di tengah musim kemarau ini. Pasalnya, Kecamatan Sukamakmur juga mulai mengalami kesulitan air bersih dan sawah-sawah terancam gagal panen.

Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Kecamatan Sukamakmur, Heri menjelaskan, untuk konsumsi rumah tangga, saat ini warga mengandalkan aliran air dari mata air di perbukitan.

"Sementara Desa Pabuaran yang mulai parah. Rencana akan dibantu PMI untuk dipasok air bersih," jelas Heri.

Sementara itu, kata dia, terdapat 694 hektare sawah terancam gagal panen karena kekurangan air. "Tapi ada dua desa yang sempat panen sebelum kemarau. Mudah-mudahan ada hujan ke depannya," kata Heri.

(mdk/ded)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.