LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

5 Perselisihan panas Indonesia-Malaysia di 2012

Berkali-kali negeri jiran itu menyulut api kemarahan bangsa Indonesia.

2012-12-29 11:06:36
Kaleidoskop Merdeka 2012
Advertisement

Sepanjang 2012, hubungan bilateral Indonesia dengan Malaysia yang mencuat ke publik, didominasi kasus perselisihan dan penghinaan.

Berkali-kali negeri jiran itu menyulut api kemarahan bangsa Indonesia. Seperti kasus perkosaan TKI, dan suporter sepak bola Malaysia yang menghina Indonesia dengan julukan tidak seronok.

Penghinaan Malaysia semakin menjadi-jadi, ketika pemerintah Indonesia hanya bersikap legowo tanpa adanya sikap tegas menindak perlakukan tersebut.

Berikut lima perselisihan panas Indonesia dengan Malaysia yang terjadi selama tahun 2012.

Klaim Malaysia pada kebudayaan Indonesia

Klaim itu terjadi pada Juni lalu, pemerintah Malaysia menyatakan tarian Tor-tor dan Gordang Sambilan (sembilan gendang) akan diiktiraf sebagai satu cabang warisan negara jiran itu. Klaim Malaysia kali ini tercatat sebagai yang ke-23 atas budaya bangsa Indonesia.

Sontak klaim sepihak ini mengundang reaksi keras dari bangsa Indonesia. Sebab, dua kebudayaan tersebut merupakan kesenian tradisional asli suku Batak dari Sumatera Utara.

Bahkan, Pelaksana Tugas Gubernur Sumut waktu itu, Gatot Pujo Nugroho merasa 'dijewer' terhadap rencana pemerintah Malaysia menjadikan tari Tor-tor dan Gordang Sambilan sebagai warisan budaya nasionalnya.

"Sesungguhnya ini jeweran bagi kami Pemerintah Provinsi (Sumut) khususnya, dan pemerintah pusat pada umumnya," kata Gatot pertengahan Juni lalu.

Sebelumnya, sudah ada beberapa klaim Malaysia atas budaya Indonesia, seperti Tari Tor-tor, Kain Ulos, Alat Musik Angklung, Lagu Jali-Jali, Tari Pendet, Motif Batik Parang dan lain sebagainya.

Advertisement

Polisi Malaysia perkosa TKW Indonesia

Peristiwa tiga polisi Diraja Malaysia memperkosa TKW Indonesia. Setelah puas melampiaskan nafsunya, korban dibuang di Taman Impian Alma. Korban diancam agar tidak melaporkan hal itu.

Korban yang telah tinggal di Malaysia hampir dua tahun melaporkan kasus itu ke kantor Markas Besar Kepolisian Daerah Seberang Perai Tengah.

Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat membeberkan identitas tiga polisi yang disebutnya biadab itu. Nik Sin Mat Lazin (33) berdinas di kepolisian Malaysia selama 13 tahun, Syahiran Ramli (21) berdinas di polisi Malaysia 2 tahun 1 bulan dan Remy Anak Dana (25) berdinas di kepolisian Malaysia untuk 1 tahun 2 bulan.

Saat ini, 3 Polisi pemerkosa Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Jawa Tengah resmi ditetapkan sebagai tersangka dan mendekam di balik jeruji besi.

Advertisement

Iklan Murah TKI

Akhir Oktober lalu, publik Indonesia kembali dikejutkan dengan terkuaknya praktek penjualan jasa Tenaga Kerja Indonesia (TKI) murah melalui iklan di Malaysia.

"Ini sangat merendahkan kita sebagai bangsa Indonesia," ujar Anis ketika dihubungi merdeka.com, (28/10).

Berikut bunyi iklannya "Indonesian maids now on SALE. Fast and Easy Application!! Now your housework and cooking come easy. You can rest and relax, Deposit only RM 3,500! Price RM 7,500 nett."

Video suporter Sepakbola Malaysia hina Indonesia

Sebuah video yang diunggah ke Youtube menggambarkan suporter timnas Negeri Jiran itu menghina Indonesia di ajang Piala AFF 2012. Mereka meneriakkan kata-kata tak pantas kepada Indonesia.

Video itu membuat heboh masyarakat Tanah Air. Bahkan Wakapolri Komjen Pol Nanan Sukarna berang, usai melihat video penghinaan itu. Tetapi, makian itu dibalas Nanan dengan guyonan tajam.

"SMS saya penuh dengan makian, Indonesia dibilang anjing. Kalau kita dibilang anjing nggak usah marah. Kalau kita anjing, dia (suporter Malaysia) tainya," ujar Nanan.

Zainudin Maidin hina tokoh bangsa Indonesia

Mantan Menteri Penerangan Malaysia, yang juga anggota Organisasi Bangsa Melayu Bersatu (UMNO) Zainudin Maidin menyebut Bacharuddin Jusuf Habibie sebagai pengkhianatan bangsa dan Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Dalam tulisan itu nampak tersirat ketidaksukaan Zainudin atas dukungan Gus Dur dan Habibie pada mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim. Keduanya dituding memberi dukungan penuh pada oposisi terbesar UMNO itu dan ini membuat Anwar Ibrahim menjadi semakin percaya diri untuk melaju ke pemilihan umum Malaysia bakal digelar Februari mendatang.

(mdk/ded)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.