LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

5 Lokalisasi ini siap tampung PSK eks Dolly

Berbagai upaya langsung ditempuh ribuan PSK, agar bisnis esek-eseknya tetap langgeng. Mereka pun memilih eksodus.

2014-06-20 06:04:00
Gang Dolly
Advertisement

Tepat pada Rabu (18/6) malam kemarin, Gang Dolly di Surabaya Jawa Timur resmi ditutup oleh Wali Kota Tri Rismaharini . Bagi wali kota berjuluk Singa Betina itu, penutupan Gang Dolly merupakan hal mutlak demi mengubah peta ekonomi warga menjadi lebih baik.

Tapi, hal itu tampaknya tak berlaku bagi para penghuninya. Sebab, berbagai upaya langsung ditempuh ribuan PSK agar bisnis esek-eseknya tetap langgeng. Mereka pun memilih eksodus ke daerah lain.

Bak gayung bersambut, sejumlah lokalisasi di sejumlah daerah terang-terangan menyatakan siap menampung mereka. Dan ini dia lima lokalisasi yang siap menampung limpahan PSK eks Dolly:

Kampung Baru Palembang

Salah satu lokalisasi yang bakal siap menampung ribuan wanita tunasusila (WTS) eks Gang Dolly, ialah lokalisasi Kampung Baru di Palembang. Meski tidak memesan, tapi pengelola Kampung Baru bersedia mempekerjakan PSK dari Surabaya tersebut.

Selama ini, pengelola Kampung Baru sudah punya panti pijat plus-plus. Jadi, makin klop bila ada PSK Dolly yang mau bekerja di situ. Anin (45), seorang mami di Kampung Baru mengaku sebagai bentuk perhatian, dia bersedia menampung PSK itu untuk bekerja dengannya.

"Memang serba salah, kami ini dianggap hina dan dikucilkan. Tapi mau apalagi, cuma pekerjaan ini yang bisa kami lakukan untuk menyambung hidup. Kasihan teman-teman PSK di sana (Dolly) kalo sudah ditutup. Siapa mau dengan aturan yang kami buat, silakan datang ke sini, kami siap menerima," ungkap Anin, Jumat (6/6).

Advertisement

Gambilangu Kendal

Satu lagi pengelola lokalisasi yang siap menampung limpahan Gang Dolly, adalah Gambilangu alias GBL. Tapi, penghuni lokalisasi di Kaliwungu Kendal Jateng ini mengajukan syarat mutlak bagi PSK Dolly yang bekerja di wilayahnya.

Syaratnya yakni tiap PSK harus mau dites kesehatan dan bebas HIV/AIDS serta alamatnya jelas. Gito, salah seorang pengurus Lokalisasi GBL, mengungkapkan dia bisa menerima PSK limpahan dari Gang Dolly yang ditutup pada Rabu kemarin karena rasa kemanusiaan.

Dia bilang, PSK masih perlu mencukupi biaya hidupnya karena banyak yang sudah berkeluarga. "Tidak ada alasan lain, hanya rasa kemanusiaan saja,” ujarnya.

Advertisement

Tanjung Batumerah Ambon

Kawasan bisnis esek-esek di Kota Ambon Maluku pun mau menampung PSK bekas Gang Dolly. Adalah Sri, seorang anggota Pokja Lokalisasi Tanjung Batumerah Ambon yang mengatakan pihak lokalisasi siap menampung WTS asal Dolly bila ingin melanjutkan profesinya.

Menurut Sri, saat ini beberapa losmen di Tanjung Batumerah sudah ditutup pemiliknya. Sebab, belakangan banyak PSK yang sebelumnya bekerja kini sudah pergi karena pengunjung sepi.

"Beberapa sudah kosong. Jadi, silahkan kalau ada yang mau kemari. Kami tidak menolak. Asalkan mereka lolos tes kesehatan oleh tim dokter nanti," kata Sri.

Pal 12 Pasir Putih Sampit

Pemerintah Kota Sampit Kalimantan Tengah, juga tidak menolak bila ada eksodus PSK Gang Dolly ke wilayahnya. Sebab, tak menutup kemungkinan akan ada penghuni Dolly yang hijrah ke lokalisasi Pal 12 Pasir Putih.

Masuknya PSK ke Pal 12 Pasir Putih, justru memudahkan pemda dalam mengawasi mereka dibanding beraktivitas secara ilegal di hotel-hotel.

"Sebenarnya kedatangan mereka tidak perlu dikhawatirkan, karena kalau bicara masalah sosial itu tergantung dari sudut mana kita memandangnya. Yang penting mereka dibina dan diawasi," kata Kepala Dinsosnakertrans Kotawaringin Timur, Fadlian Noor, Jumat (13/6) kemarin.

Kota Malang siap latih PSK jualan kue

Tak hanya Sampit dan kota-kota lainnya, Kota Malang pun juga mulai mengantisipasi masuknya para PSK bekas lokalisasi Gang Dolly ke wilayahnya. Saat ini, pemerintah setempat sedang menyiapkan program pelatihan pembuatan kue bagi PSK yang bertobat.

Kepala Bidang Sosial Dinas Sosial Malang, Linda Putriwati mengatakan, hingga saat ini baru mendapatkan informasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, jumlah PSK eks Dolly yang masuk ke Malang ada tiga orang.

"Tapi yang jelas, kami sudah mengantisipasi bila ketiga PSK itu benar-benar pulang kampung ke sini. Kami akan meminta mereka ikut dalam program pelatihan tata boga agar mereka bisa belajar membuat dan berjualan kue," kata Linda, Rabu (18/6).

(mdk/hhw)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.