LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

5 Lelaki mengaku membunuh anggota Laskar Bali menyerahkan diri

Polisi juga menyita dua bilah pedang diduga dipakai membunuh Dewa Gede Artawan.

2016-06-08 10:37:42
Pembunuhan
Advertisement

Dengan didampingi kuasa hukum, lima pria berbadan tegap mendatangi Polres Gianyar, Selasa (7/6) malam. Kelima lelaki itu mengaku sebagai kelompok membunuh tokoh ormas Laskar Bali (LB), pada Jumat (3/6) pekan lalu, di Bunutin, Sukawati Gianyar.

‎Dikatakan Kapolres Gianyar, AKBP Waluya‎, kelima pria ini mengaku bertangung jawab atas pembunuhan Dewa Gede Artawan, di Banjar Dentiyis.

Didampingi penasehat hukum, Situmorang, mereka yang menyerahkan diri masing-masing Wayan BdA (24) asal Denpasar, I Gede SAY (23) asal Tabanan, Kadek Jun (22), asal Abiansemal-Badung, I Made EA (28) asal Dalung-Badung, dan Made PM (32) dari Paguyangan-Denpasar. Waluya menyebutkan, mereka menyerahkan diri sekitar pukul 22.50 WITA.

"Mereka datang dari kelompok yang mengaku sebagai pelaku, dan juga menyerahkan barang bukti berupa dua bilah pedang. Satu bergagang putih dan satu bergagang hitam," kata Waluya, Rabu (8/6).

Dari pemeriksaan sementara, ujar Waluya, para pelaku menggunakan sebuah mobil Suzuki Ertiga, disewa dari seseorang bernama Samson di Penatih, Denpasar.

"Saat kejadian, kelompok pelaku ini mengaku datang dari lokasi tabuh Rah (sabung ayam) di Kemenuh, Gianyar. Saat dalam perjalanan pulang terjadi gesekan. Korban disebutkan sempat mencaci maki para pelaku," ujar Waluya.

Tidak terima dengan makian itu, kelima orang itu berang dan tancap gas mengejar korban. Hingga di lokasi kejadian, Wayan BdA dan I Gede SAY mengambil pedang yang selalu ada di dalam mobil. Mereka lantas mengejar korban ke dalam gang dan menganiaya hingga tewas.

"Wayan BdA mengaku menebas dan menusuk korban, sedangkan I Nyoman SAY mengaku menebas korban beberapa kali," tambah Waluya.

Atas pengakuan mereka, Waluya menyatakan belum meyakini dan masih harus dilakukan pengembangan buat pembuktian. Termasuk, kata Waluyo, mencari barang bukti lain.

"Kami masih menyelidiki motif kasus ini, sambil mengumpulkan bukti lain. Soal benar tidaknya pengakuan mereka, tentu akan dibuktikan nanti dalam berkas pemeriksaan berdasarkan olah TKP," tutup Waluya.(mdk/ary)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.