LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

5 Jeriken cairan & koral ditemukan di rumah warga Samarinda hilang usai bom Surabaya

5 Jeriken cairan & koral ditemukan di rumah warga Samarinda hilang usai bom Surabaya. Keseharian warga yang bekerja sebagai pegawai di salah satu kampus di Samarinda itu dikenal tertutup.

2018-05-16 16:51:02
Terorisme
Advertisement

Sd, warga mencurigakan, yang tinggal di Jalan AW Syachranie Samarinda, Kalimantan Timur, menghilang di hari ledakan bom di Mapolrestabes Surabaya, Senin (14/5). Keseharian warga yang bekerja sebagai pegawai di salah satu kampus di Samarinda itu dikenal tertutup.

Keterangan diperoleh, selain dikenal tertutup dari pergaulan, yang bersangkutan juga diketahui warga sekitar punya paham ajaran keras. Bahkan, orang bersangkutan tidak pernah bersedia ditanya soal kelengkapan identitas diri, meski oleh ketua RT sekalipun.

"Warga itu tertutup dari pergaulan. Itu yang disampaikan Camat dan Lurah. Tapi perlu kami cek lagi," kata Kapolresta Samarinda Kombes Pol Vendra Riviyanto, ditemui merdeka.com di kantornya, Rabu (16/5).

Advertisement

Advertisement

Di lokasi rumah yang sempat ditinggali Sd dan istrinya, petugas mengamankan 5 jeriken berisi cairan, 2 kotak laptop dan pecahan batu koral berukuran kecil-kecil. Barang-barang itu kini diamankan petugas.

Vendra sendiri tidak menampik diamankannya sejumlah barang mencurigakan itu. "Informasi Camat iya (diamankan). Tapi kami cek lagi bahan-bahan dalam jeriken itu. Apakah air, apakah cairan lain, belum tahu," ujarnya.

"Saya sendiri langsung cek. Keberadaan orang itu juga lagi dicek. Jadi memang ini awalnya info masyarakat, dan hasil dari pembicaraan saya dengan Dandim, dan Pj Wali Kota bahwa siskamling mesti ditingkatkan," ungkap Vendra.

Info masyarakat adanya warga atau tetangga sekitar yang tidak melapor ke ketua RT setempat sekian lama, memang diapresiasi. "Jadi kita mesti adaptiv dan open. Agar tidak jadi acuh dan peduli dengan warga-warga pendatang. Misal soal aktivitas (warga pendatang) itu yang tidak sewajarnya," terang Vendra.

Vendra kembali memastikan, warga yang menghilang usai ledakan bom di Surabaya itu, dikenal tertutup. "Iya, tertutup dalam pergaulan keseharian. Begitu informasi dari Camat dan Lurah," tegas Vendra.

Diketahui, dari pantauan merdeka.com siang tadi, Sd dan istrinya, menghilang dari rumah kontrakannya, Senin (14/5) sore lalu, di hari yang sama usai ledakan bom di Surabaya. Kepergian dia terlihat warga terburu-buru, meski sempat sesaat bertegur sapa dengan seorang ibu rumah tangga, yang juga tetangganya. Sd sendiri, diketahui sebagai pegawai dari salah satu kampus di Samarinda.

Baca juga:
Kata tetangga tentang sosok terduga teroris yang ditangkap di Tangerang
Foto anggota brimob, driver ojek online di Palembang ditangkap
Anak pelaku teror bom Surabaya tak sekolah, cuma terima doktrin dari orang tua
Budi Satrio, terduga teroris ditembak mati dikenal ahli meracik bahan kimia
Alasan Surabaya jadi sasaran 5 bom dalam 25 jam, dan terlibatnya keluarga dalam aksi
Menteri Nasir minta rektor awasi materi ceramah di kampus selama Ramadan
Prabowo sebut Gerindra setuju TNI dilibatkan dalam memerangi terorisme

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.