5 Fakta mencengangkan sabu 840 kilogram mudah masuk Indonesia
BNN melakukan penangkapan kasus narkoba kelas kakap. Tidak sembarangan, kasus yang dibongkar termasuk paling besar.
Tim dari Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan penangkapan kasus narkoba kelas kakap. Tidak sembarangan, kasus yang dibongkar termasuk paling besar. Tertangkapnya Wong termasuk penangkapan kelas kakak. Bahkan kelompok ini merupakan sindikat penyelundup sabu yang sangat besar di Asia Tenggara. Barang haram milik Wong masuk ke Indonesia dari Guangzhou, China, melalui jalur laut. Sabu tersebut kemudian didistribusikan ke kapal nelayan. Kapal itu lah kemudian merapat ke Kepulauan Seribu sebelum sampai ke Pelabuhan Dadap. Untuk mengelabui petugas, sabu-sabu itu disamarkan menggunakan bungkus kopi. "Dikemas dalam bungkusan kopi. Bungkusan ini bila dibuka isinya plastik bening berisi sabu. bukan kopi," kata Deputi Pemberantasan BNN Brigjen Pol Dedi Fauzi. Beruntung kasus sabu sebanyak 840 Kg telah terbongkar. Bila diedarkan sabu sebanyak 840 kilogram bisa ancam nyawa 3,2 juta orang. Banyaknya pelabuhan tak resmi di Indonesia menjadi celah penyelundupan narkoba dari luar negeri ke Indonesia. "Ada ribuan pelabuhan nggak resmi di Indonesia. Itu menjadi entry point yang bisa dijadikan jalan bagi para sindikat untuk memasukkan narkoba ke Indonesia," kata Kabag Humas Badan Narkotika Nasional (BNN) Kombes Pol Sumirat Dwiyanto.
Bahkan pelaku menjadi buronan kelas wahid di tujuh negara. Namanya Wong Chi Ping (WCP)
"Tersangka WCP ini merupakan buronan di tujuh negara. Dia sudah kami buru selama tiga tahun, akhirnya bisa ditangkap juga," kata Deputi Pemberantasan BNN Brigjen Pol Dedi Fauzi, di Jakarta, Senin (5/1) lalu.
Wong merupakan gembong narkoba yang menjadi buron di Hongkong, Malaysia, Filipina, Tiongkok, Macau, Myanmar dan Indonesia. Pelaku ditangkap bersama sembilan orang lainnya dalam operasi penggerebekan narkoba jenis sabu di Jakarta Barat. Para tersangka terdiri atas lima WNA dan empat WNI.
Berikut ini fakta seputar penangkapan Wong dan sabu hampir satu ton tersebut seperti dirangkum merdeka.com, Rabu (7/1):Ini penangkapan terbesar se-Asia Tenggara
"Ini merupakan penangkapan terbesar se-Asia Tenggara," ujar Deputi Pemberantasan BNN Brigjen Pol Dedi Fauzi.
Mereka diduga sering menyelundupkan sabu melalui jalur laut ke negara-negara di Asia Tenggara.
Pada Senin, BNN menggerebek area Lotte Mart, Kalideres, Jakarta Barat. Dalam penggerebekan itu, BNN menemukan 800 kilogram sabu di dalam mobil box bernopol B 9301 TCE di Lotte Mart Taman Surya, Jalan Satu Maret, Kelurahan Pegadungan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat.Modus penyelundupan lewat jalur laut
"Transaksi narkotik jenis sabu dengan jumlah besar di tengah laut dengan gunakan kapal kecil. Kapal kecil berlayar menuju Dadap, Tangerang, 5 Januari pagi dari Dadap, kemudian diangkut mobil boks menuju Lotte. Rencananya dibongkar ke mobil lain, tapi kita tangkap duluan," jelas Humas Badan Narkotika Nasional (BNN) Kombes Pol Sumirat Dwiyanto, Selasa (6/1).
Sabu senilai Rp 1,6 triliun itu dikemas dalam 42 karung terdiri dari 840 bungkus. Terhitung 20 bungkus sudah dimasukan ke dalam bungkus kopi. "Sisanya masih bentuk kristal. Ini kualitas terbaik," tandasnya.Sabu disamarkan pakai bungkus kopi
Dalam hasil penggerebekan pada Senin (5/1), pihaknya menyita 42 karung berisi sabu. Masing-masing karung berisi 20 kemasan kopi dengan berat 1 kilogram per kemasan kopi. Dengan demikian, pihaknya menyita 840 kilogram sabu.
Menurut dia, jika dilihat secara kasat mata, kualitas sabu yang disitanya ini berkualitas bagus. "Warna sabu ini putih bersih, kualitasnya nomor satu," katanya.Sabu sebanyak 840 Kg bisa ancam nyawa 3,2 juta orang
Kasus ini terbongkar pada Senin (5/1). BNN berhasil menggerebek sembilan orang tersangka saat sedang melaksanakan transaksi narkotika di kawasan Lotte Mart Taman Surya, Kalideres, Jakarta Barat. Kesembilan tersangka tersebut adalah 4 orang WN Hongkong, 1 orang WN Malaysia dan 4 orang WNI yang berinisial SL, SN, TST, TSL, SEF, CHM, WCP, SJJ, dan ADK.
Dalam penggerebekan itu, petugas BNN juga menyita 2 unit mobil, 1 unit motor, dan 1 unit kapal yang digunakan untuk transaksi. Ini merupakan tangkapan pertama di awal tahun 2015 sekaligus tangkapan terbesar yang pernah diungkap oleh BNN.Gunakan pelabuhan tak resmi selundupkan narkoba
Ia mencatat hanya terdapat 250 pelabuhan resmi di Indonesia, sementara pelabuhan tak resmi berjumlah ribuan. Baru-baru ini BNN berhasil menyita 840 kilogram sabu yang diselundupkan melalui jalur laut ke Pelabuhan Dadap, Tangerang. Sabu tersebut berasal dari Guangzhou, Tiongkok dan rencananya akan diedarkan di Indonesia.
Dalam operasinya itu, BNN menggerebek sembilan orang tersangka saat sedang melaksanakan transaksi sabu tersebut di kawasan Lotte Mart Taman Surya, Kalideres, Jakarta Barat, pada Senin (5/1).