5 Fakta JN, mahasiswi S2 UIN penyelundup sabu Rp 1,89 M
Diduga kuat barang itu dari Singapura. Sebab sebelumnya diciduk, JN baru mendarat dengan Silk Air tujuan Singapura-Solo.
Kejahatan narkoba bisa menyasar siapa saja. Tak cuma lelaki, kaum hawa pun bisa saja terjerat di dalamnya. Pihak kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tak menyangka JN nekat menyelundupkan narkoba. Meski demikian, mereka tetap kooperatif dengan menskors JN sementara waktu. Pihak kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tak tahu apa masalah yang mendera JN akhir-akhir ini. JN ditangkap petugas di Bandara Adi Soemarmo karena selundupkan sabu senilai Rp 1,89 miliar. Prestasi JN selama di kampus tak diragukan. Hal ini yang membuat kampus bertanya-tanya penyebab JN nekat menyelundupkan sabu bernilai miliaran. Sebelum tertangkap, JN memang tak seceria biasanya. Dia bahkan lebih murung. JN juga dikenal pintar bergaul. Sejak masuk kampus tahun 2010, JN selalu aktif di berbagai kegiatan.
Kasus JN (26), salah satu buktinya. Mahasiswi pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini ditangkap petugas Bandara Adi Soemarmo, Solo, pada Sabtu sore kemarin.
Meski seorang wanita dan berpendidikan tinggi, tak disangka JN nekat menyelundupkan narkoba jenis sabu sebanyak 946 gram, dengan nilai Rp 1,89 miliar.
Diduga kuat barang itu dibawa dari Singapura. Sebab sebelumnya diciduk, JN baru saja mendarat dengan pesawat Silk Air nomor penerbangan MI - 116, tujuan Singapura-Solo.
Banyak yang tak menyangka ulah JN. Apalagi perangainya selama ini dinilai lurus dan tak menyimpang.
Kini ia harus menunda impian menyandang gelar magister karena harus menjalani proses hukum yang membelitnya:JN Diskor dari kampus
"Untuk sementara waktu di-skors sampai berkekuatan hukum tetap. Kita kaget dengan pemberitaan ini di media," terang Wakil Direktur Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah, Prof Dr Suwito, saat ditemui merdeka.com di ruang kerjanya, Senin (30/12).
Sebelumnya mengenyam pendidikan S2 di UIN Syarif Hidayatullah, JN menjadi memperoleh gelar sarjana Syariah Hukum dari IAIN Imam Bonjol, Padang. Sehari-harinya, pihak kampus melihat sosok JN tak ada masalah, dan punya prestasi akademis yang cukup baik.Tak ada masalah dengan kuliah
Selama ini, menurut pihak kampus, JN tak punya masalah dengan kuliahnya. Bahkan prestasinya di bangku kuliah cukup diperhitungkan.
"Pinternya, sedang-sedang. Tapi selama ini dia mahasiswi baik-baik. Harusnya dia sudah mengajukan proposal ujian, dalam waktu dekat," kata Wakil Direktur Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah, Prof Dr Suwito, saat ditemui merdeka.com di ruang kerjanya, Senin kemarin.Ber-IPK 3,21
Dari transkip nilai yang diperoleh, Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tercatat 3,21, nilai rata-rata per mata kuliah B.Belakangan sering murung
Menurut bagian akademik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Imah, sebelum ditangkap JN pamit pada keluarganya untuk pergi ke Bandung. Dia mendapatkan informasi itu dari rekan JN.
"Tanggal 27-28 kemarin, ngakunya ke keluarga mau ke Bandung," kata Imah saat ditemui merdeka.com, di ruang kerjanya, Senin kemarin.
Bukannya ke Bandung, ternyata JN malah terbang ke luar negeri. Hingga akhirnya pada Sabtu (28/12) sore dia ditangkap.
"Ternyata bukan ke Bandung malah ke Kamboja, dan lalu dia ke Singapura, dan saat kembali Indonesia lewat Solo tertangkap," tambahnya.
Soal kepentingan JN ke luar negeri, Imah mengaku tak tahu.
Di mata Imah, JN sosok wanita dan mahasiswi yang baik dan tak pernah bermasalah. Termasuk prestasinya selama mengenyam pendidikan S2 di UIN.
Tapi belakangan, kata Imah, JN memang sedikit pendiam. Apalagi setelah teman-teman dekatnya berkeluarga.
"Dia sekarang agak pendiam setelah teman-temannya sudah menikah semua, bahkan udah ada yang punya anak. Kalau soal pacar, kayanya nggak punya ya" tambahnya.Aktif di kampus
Bahkan seminggu lalu sebelum ditangkap, JN sempat terlihat hadir di sidang rekan sekampusnya.
"Dia juga aktif di kampus, bahkan seminggu lalu masih menyaksikan sidang temannya," jelas Suwito.