LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

5 Cara pengemis Walang tumpuk kekayaan

Walang mengaku pundi-pundi kekayaan yang dia kumpulkan saat ini demi mewujudkan keinginannya naik haji.

2013-11-29 10:27:24
Pengemis Kaya
Advertisement

Jalan hidup Walang alias Kilon boleh dikatakan cukup beruntung. Meski kerjanya serabutan, pria 54 tahun ini bisa mengumpulkan pundi-pundi kekayaan.

Banyak profesi yang dia lakukan untuk menyambung hidup di kampung halamannya di Subang, Jawa Barat, dari yang haram sampai yang halal. Hebatnya, dari berbagai usaha itu recehan yang didapat menjadi bernilai fantastis.

Bosan beradu nasib di desa, dia pun mencoba peruntungan di ibu kota, dengan mengajak saudaranya Sa'ran (70). Di Jakarta, mereka memilih profesi sebagai pengemis. Pilihan itu karena tergiur melihat keuntungan yang didapat setiap harinya.

Tapi malang, peraduan nasibnya di Jakarta harus berakhir saat petugas Dinas Sosial dan Satpol PP DKI melakukan razia. Walang dan Sa'ran diangkut dari kolong jalan layang Pancoran, berikut segepok uang berjumlah Rp 25 juta yang diduga kuat dari hasil pengemis.

Tapi dia menolak dikatakan uang itu hasil mengemis. Walang yang mengaku baru berada di Jakarta selama enam bulan menyebut uang itu hasil berjualan ternaknya di kampung.

Berikut cara Walang, si pengemis kaya mengumpulkan pundi-pundi kekayaan:

Dapat Rp 25 juta dari mengemis

Walang diangkut petugas dari kolong Pancoran berikut uang Rp 25 juta. Uang itu ditemukan petugas dalam gerobak yang selalu dibawanya saat mengemis.

Tapi dia berkilah uang itu hasil penjualan penjualan ternak di kampung halaman.

"Duit ini dari hasil jual beli kambing sama sapi, jadi bukan dari ngemis semua," kata Walang.

Advertisement

Jadi tukang becak selama 20 tahun bisa nabung Rp 5 juta

Walang mengaku banyak profesi yang dijalani sebelum menjadi pengemis di Jakarta. Salah satunya tukang becak.

Di kampung halamannya di Subang, Walang narik becak sejak tahun 1985 sampai 2005. Dari jerih payahnya mengayuh becak, Walang ngaku selalu menabung hingga akhirnya terkumpul Rp 5 juta.

"Saya pernah narik becak dari tahun 1985 sampai 2005, pernah juga jadi kuli panggul. Alhamdulillah bisa ngumpul duit sebanyak 5 juta," kata Walang.

Advertisement

Jual ternak dapat Rp 21 juta

Bosan jadi tukang becak, Walang coba-coba jadi penjual ternak seperti sapi dan kambing. Dia hanya berdagang di musim Lebaran Haji, dan tak setiap hari.

Meski pedagang musiman, keuntungan yang dia dapat cukup menggiurkan. "Saya ternak sapi sama kambing, dari situ untungnya bisa paling banyak Rp 1 juta paling dikit Rp 200 ribu. Akhirnya kekumpul Rp 21 juta," kata Walang.

Baca jampi-jampi agar warga memberi sumbangan

Walang ngaku punya trik khusus agak warga memberikan dirinya sumbangan. Yakni dengan membaca jampi-jampi yang diucapkan rekannya Sa'ran.

"Biasanya Pak Sa'aran yang baca jampi-jampinya, saya gak tahu seperti apa. Setiap ingin berangkat dia pasti mengucapkannya," kata Walang.

Walang menjelaskan, tugasnya hanya mendorong gerobak yang diduduki oleh Sa'aran saja saat mengemis. Namun demikian ia tidak lupa mengucap doa dan mengucap salam kepada orang-orang yang akan dimintai uang kepadanya.

"Kalau saya sih hanya mengucap Bismillahirahmanirrahim sebelum berangkat, terus setiap kali lewatin orang Assalamualaikum, kalau dikasih alhamdulillah, semoga rezekinya nambah," jelasnya.

Pakai jimat batu pemberi keuntungan

Walang juga mengaku memiliki jimat yaitu batu berwarna hitam yang didapatnya di daerah Cianjur. Walang percaya bahwa batu itu bisa membuat dirinya kebal, dan juga mendapat keberuntungan saat memegang batu tersebut.

"Waktu itu banyak orang angkat batunya pada gak bisa, pas saya angkat saya malah bisa. Pas megang batu itu saya jadi kebal, sama mudah rezeki," jelas Walang.

Baca juga:
Walang pengemis jutawan tiap pulang ke Subang bagi-bagi uang
Tiap ngemis, Walang baca jampi-jampi dan bawa batu jimat
Ini kehidupan 2 pengemis kaya pemilik Rp 25 juta di panti sosial
Walang disarankan buka usaha di kampung dari hasil ngemis
Ganjar pun nyerah hadapi pengemis di Jateng

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.