5 Bukti ini mengarah pada pengungkapan pembunuhan Ade Sara
Sepasang kekasih itu terancam hukuman mati karena berencana menghabisi Ade Sara.
Pembunuhan berencana terhadap Ade Sara Angelina Suroto (19) dibongkar oleh polisi. Perbuatan keji itu ternyata diotaki Ahmad Imam Al Hafitd alias Hafiz (19) dengan dibantu pacarnya, Assyifa Ramadhani alias Syifa. Ade Sara Angelina Suroto (19), mayat bergelang 'Java Jazz' dibunuh dan mayatnya dibuang di Tol JORR Kilometer 41, Bekasi Barat, oleh mantan pacarnya, Hafiz (19). Ade dihabisi Hafiz saat dalam perjalanan dari Jakarta Selatan ke Jakarta Timur. Ade Sara Angelina Suroto (19) dihabisi dengan disetrum dengan alat setrum yang dibuat dari speaker. Dia juga memukuli mahasiswi Universitas Bunda Mulya itu dengan sepatu milik kekasihnya. Ade Sara dihabisi secara kejam. Dia dipukuli, dicekik dan disetrum. Tenggorokan mahasiswi cantik ini juga disumpal kertas. Setelah dihabisi dalam mobil, jasad Ade Sara dibuang di Tol JORR Kilometer 49, Bekasi Barat, dengan kondisi mengenaskan. Untuk menghilangkan jejak, Hafiz membuang identitas korban di lokasi berbeda. Ditemukannya identitas Sara membuat polisi semakin menemukan titik terang pembunuhan terhadap Sara. Merasa masih kurang, polisi terus melakukan penyisiran untuk mencari barang lain.
Polisi menangkap Hafiz saat melayat korban di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, 6 Maret lalu. Saat itu Hafiz berpura-pura berduka dengan melayat Ade. Sedangkan Syifa diringkus satu jam kemudian.
Persekongkolan jahat sejoli ini didasari soal asmara. Hafiz sakit hati Ade sulit dihubungi setelah pacaran satu tahun kandas. Sementara Syifa ikut berperan membunuh karena takut Hafiz kembali berpacaran dengan Ade.
Sejumlah barang bukti dan keterangan saksi menjadi petunjuk bagi polisi untuk mengungkap kasus ini, sehingga keduanya tidak bisa mengelak lagi. Akibat perbuatannya, sepasang kekasih itu terancam hukuman mati.
Berikut alat bukti mengungkap pembunuhan sadis Ade Sara:Mobil KIA tempat Ade Sara dibunuh
"Pelaku membunuh korban di dalam mobil Kia Visto," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto di Jakarta, Kamis (6/3).
Pelaku menyiksa Ade secara sadis hingga tewas. Dari hasil autopsi penyebab kematian Ade adalah adanya sumpalan kertas di tenggorokan.
Mobil bernopol B-8328-JO sempat mogok ketika hendak membuang jenazah Ade di dekat ITC Kemayoran. Accu mobil kemudian dicass dan bisa jalan, namun tak berselang lama mobil kembali mogok.
Karena masih tersendat mobil masuk ke bengkel di daerah Salemba. Di dalam masih ada mayat Syifa yang ditutupi pasmina milik Syifa. Setelah mayat dibuang, pelaku jalan menuju daerah Jatiasih.Sepatu buat pukul Sara
"Polisi menyita barang bukti sebuah mobil KiA visto B 8328 J0, sepasang sepatu wanita milik tersangka yang digunakan untuk memukul korban," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto , Jumat (7/3).Alat strum
Hafiz membeli alat bertegangan 3.800 Vol itu di ITC Cempaka Mas, Jakarta Pusat. Anak dokter aborsi itu mengklaim alat digunakan untuk membela diri.
Karena ditemukan unsur perencanaan, polisi masih mendalami kepemilikan alat berwarna hitam berbentuk kotak memanjang tersebut. Pengakuan Hafiz ke penyidik, alat setrum itu dibelinya sekitar satu tahun lalu.
"Keterangan dia hanya untuk bela diri, tapi ini masih kita dalami," kata Kasat Reskrim Polres Bekasi Kota, Kompol Nuredy Irwansyah.Identitas Ade Sara
"Ke dua pelaku jalan menuju daerah Jatiasih, di perjalanan membuang barang korban, selanjutnya pelaku keluar tol Jatiasih," kata Kasat Reskrim Polresta Bekasi Kota Kompol Nuredy Irwansyah.
Setelah dilakukan penyelidikan, polisi akhirnya bisa menemukan sobekan kertas koran, identitas korban SMU dan UBM, KTP korban, Id card mahasiswa, buku tabungan BCA, ATM BCA, dan alat setrum. Barang-barang tersebut ditemukan di parit depan rumah pelaku.Dompet Sara
"Dompet korban ditemukan di pinggir Jalan Tol Jatiasih setelah dilakukan penyisiran," Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto .