5 Aksi pembunuhan kejam Suhanda & Suherman pada Tante Heny
Tante Heny dibunuh oleh kekasihnya sendiri yang bernama Suherman.
Aksi pembunuhan terhadap Henny Dewy Manapode alias Tante Heny (73) terbilang sangat sadis. Mayat Tante Heny tanpa busana dimasukkan ke dalam koper, kemudian dibuang ke sebuah sungai di kawasan Gunungsindur, Bogor, Jawa Barat. Suherman (31) merupakan eksekutor utama pembunuhan Tante Heny (73). Pria yang berprofesi sebagai tukang pijat itu menusuk leher dan perut Tante Heny berkali-kali dengan pisau. Nyawa Tante Heny dihabisi Suherman yang tak lain adalah pacarnya sendiri. Suherman menusuk badan korban di bagian perut dan leher dengan pisau tajam. Polisi telah berhasil membekuk Suherman dan Suhanda alias Wanda pelaku pembunuhan Tante Heny. Mayat Tante Heny tak dikubur layaknya jenazah-jenazah pada umumnya. Namun, mayat Tante Heny dimasukkan ke dalam koper dan dibuang ke sungai di wilayah Bogor. Suherman merupakan eksekutor utama pembunuhan Tante Heny. Nyawa Tante Heny melayang setelah dihujani tusukan pisau tajam di bagian leher dan perutnya. Sungai Sindur Bogor dipilih Suherman dan Suhanda untuk membuang mayat Tante Heny. Setelah dihujani dengan tusukan pisau tajam di bagian perut dan leher, Nyawa Tante Heny melayang. Baca juga:
Banyak luka tusuk pada badan korban, Tante Heny. Suherman yang merupakan eksekutor pembunuhan Tante Heny menusuk bagian leher dan perut dengan pisau secara berkali-kali.
Suherman yang diketahui kekasih Tante Heny itu tidak beraksi sendirian. Dia dibantu oleh rekannya Suhanda alias Wanda (SW) ketika akan membuang jenazah korban.
Berikut 5 aksi kejam yang dilakukan Suhanda dan Suherman terhadap Tante Heny seperti dirangkum merdeka.com.Perut dan leher Tante Heny ditusuk berkali-kali
Direktur Reserse Kriminal Umum Kombes Heru Pranoto menjelaskan, korban dan pelaku yang merupakan sepasang kekasih pertama kali berkenalan awal 2010 di tempat pelaku bekerja. Suherman adalah tukang pijat reflexiology di Plaza Senayan.
"Kemudian pada 31 Oktober 2013, pelaku SH datang ke tempat kos korban atas permintaan korban," terang Heru di Mapolda Metro Jaya, Jumat (6/12).
Kemudian, lanjut Heru, pelaku diminta korban untuk libur bekerja. "Namun, permintaan itu ditolak pelaku karena dia sudah libur satu hari. Korban pun tidak terima permintaannya ditolak," kata Heru.
Kasubdit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Herry Heryawan menambahkan, lantaran penolakan tersebut korban pun menjadi naik pitam.
"Pelaku dilempar korban dengan botol minyak tawon. Hal itu dibalas pelaku dengan mengambil pisau untuk menusuk korban. Pelaku menusuk korban berkali-kali. Dan pada saat kejadian cuaca sedang hujan," jelas Herry.Lucuti perhiasan Tante Heny untuk modal kabur
Sebelum mayat Tante Heny dibuang ke sungai, perhiasan-perhiasannya dilucuti semuanya. Salah satu yang diambil ialah cincin berlian beserta sertifikatnya milik korban.
"Cincin berlian itu dijual pelaku seharga Rp 25 juta oleh pelaku untuk biaya melarikan diri," ujar Kasubdit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Herry Heryawan kepada wartawan, Jumat (6/12).
Tante Heny sendiri dihabisi nyawanya oleh Suherman di rumah kosnya Jalan MPR Raya No.22, Cilandak, Jakarta Selatan pada 30 Oktober 2013 lalu.Jasad Tante Heny dimasukkan koper
"Korban meminta pelaku untuk tidak bekerja. Permintaan itu ditolak pelaku karena dirinya sudah libur sehari sebelumnya," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Heru Pranoto di Mapolda Metro Jaya, Jumat (6/12).
Korban yang permintaannya tak dikabulkan oleh pelaku langsung naik pitam dan langsung melempar botol minyak telon ke arah pelaku.
"Kemudian pelaku mengambil pisau dan langsung menusukkannya ke perut korban berkali-kali," terang Heru.
Setelah dirasa sudah meninggal, pelaku langsung menghubungi Suhanda alias SW, rekannya. "Setelah bertemu, keduanya langsung ke rumah kos korban dan membersihkan bekas darah kemudian memasukkan mayat korban ke dalam koper," papar Heru.
"Pelaku lalu membuang koper ke sungai Sindur Bogor. Koper diikat dengan tali Nilon warna hijau lalu diikat dengan batu agar bisa tenggelam," pungkas Heru.Diupah Rp 1 juta untuk bersihkan darah Tante Heny
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Heru Pranoto menuturkan, Suherman meminta bantuan Suhanda (SW) yang merupakan rekannya. SW diupahi Rp 1 juta oleh Suherman untuk membersihkan ceceran darah Tante Heny.
"SW dijanjikan akan dibayar Rp 1 juta oleh SH," ujar Heru di Mapolda Metro Jaya, Jumat (6/12).
Pelaku SW sendiri, lanjut Heru, dihubungi Suherman usai menghabisi nyawa Tante Heny.
"Lalu mereka bertemu di Ciputat. Sebelumnya pelaku SH sudah mengatakan bahwa dia meminta bantuan SW untuk membersihkan bekas pembunuhan dan akan membuang mayat korban," papar Heru.Mayat Tante Heny dibuang ke sungai
Mayat Tante Heny yang berlumuran darah dimasukkan ke dalam sebuah koper berwarna cokelat. Kemudian dibawa ke Sungai Sindur untuk ditenggelamkan agar barang bukti tidak diketemukan.
"Pelaku lalu membuang koper ke sungai Sindur Bogor. Koper diikat dengan tali Nilon warna hijau lalu diikat dengan batu agar bisa tenggelam," jelas Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Heru Pranoto di Mapolda Metro Jaya, Jumat (6/12).
Tante Heny sendiri dihabisi nyawanya oleh Suherman di rumah kosnya Jalan MPR Raya No.22, Cilandak, Jakarta Selatan pada 30 Oktober 2013 lalu. Suherman meminta bantuan Suhanda alias SW yang merupakan rekannya untuk mengurusi mayat korban. Saat ini, polisi telah berhasil membekuk kedua pelaku tersebut.
Utang budi, Suwanda mau bantu Suherman buang mayat Tante Heny
Sebelum ditemukan tewas, penghuni indekos di Jakbar sempat ribut
Polisi: Pembunuh stripper di Sawah Besar orang dekat korban
Hapus darah & buang mayat Tante Heny, Suhanda diupah Rp 1 juta
Setelah membunuh, Suherman SMS anak Tante Henny untuk minta uang