LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

5 Aksi Jenderal Purn Yunus Yosfiah bela Prabowo

Yunus menceritakan, saat menjadi anggota TNI, Prabowo salah satu prajurit yang berprestasi ketika menjalankan tugasnya.

2014-06-21 07:34:00
Capres Prabowo
Advertisement

Kasus penculikan dan pelanggaran HAM yang diarahkan ke Calon Presiden Prabowo Subianto semakin memanas. Beberapa hari lalu, Mantan Panglima ABRI (Pangab) Jenderal (Purn) Wiranto , akhirnya membeberkan alasan pemecatan Letnan Jenderal Prabowo saat menjabat Pangkostrad tahun 1998 silam.

Dalam keterangannya, Wiranto mengatakan bahwa mantan Danjen Kopasus tersebut dicopot dari jabatannya karena telah melanggar Sapta Marga, sumpah prajurit, etika atau hukum. Berdasarkan keputusan Dewan Kehormatan Perwira (DKP) saat itu, Prabowo terbukti terlibat dalam kasus penculikan (aktivis 1998). Maka, tentu diberhentikan dengan norma yang berlaku.

Pembelaan pun datang dari kubu Prabowo . Jenderal Purn Yunus Yosfiah yang juga senior Prabawo di militer menegaskan jika mantan mantu dari Presiden Soeharto tersebut tidak terlibat kasus penculikan aktivis di tahun 1998. Mantan menteri penerangan di era presiden BJ Habibie ini mengatakan, Jika Prabowo terbukti melanggar HAM kenapa bisa lolos saat menjadi menjadi cawapres Megawati pada 2009 dan capres saat ini.

Yunus menceritakan, saat menjadi anggota TNI, Prabowo adalah salah satu prajurit yang berprestasi ketika menjalankan tugasnya. Yunus mengemukakan capres Prabowo Subianto saat berdinas di kemiliteran, berkali-kali mempertaruhkan nyawa demi mempertahankan Republik Indonesia.

"Saya bisa cerita karena saya komandannya. Saya berkali-kali terkepung di daerah operasi bersama-sama," tegasnya.

Heran Prabowo terus dituduh langgar HAM

Yunus Yosfiah juga merasa heran Prabowo Subianto itu terus dituduh pelanggaran HAM padahal pada 2004 ikut konvensi Partai Golkar lancar saja, kemudian menjadi Cawapres Megawati pada 2009, lancar saja.

"Hingga KPU meloloskan dari proses verifikasi menjadi capres, namun isu tuduhan terhadap Prabowo muncul," katanya.

"Seharusnya Bu Megawati duduk di sini, ditanyakan mengapa beliau menerima cawapres, Prabowo," katanya.

Advertisement

Sesalkan permainan purnawirawan

Mantan Menteri Penerangan Letjen (Purn) Yunus Yosfiah mengingatkan jangan sampai permainan purnawirawan yang memiliki kepentingan pribadi, memecah persatuan bangsa dan negara Indonesia.

"Jangan sampai kepentingan pribadi dan politik purnawirawan tertentu merusak institusi TNI karena TNI adalah pemersatu dan pengaman Bangsa Indonesia," katanya di Polonia Media Center, Jakarta Timur, Jumat.

Ia menyatakan TNI sudah melalui proses transisi yang tidak mudah dan berhasil menjadi elemen perekat bangsa yang baik.

Advertisement

Berkali-kali pertaruhkan nyawa

Letjen (Purn) Yunus Yosfiah mengemukakan capres Prabowo Subianto saat berdinas di kemiliteran, berkali-kali mempertaruhkan nyawa demi mempertahankan Republik Indonesia.

"Saya bisa cerita karena saya komandannya. Saya berkali-kali terkepung di daerah operasi bersama-sama," kata Yunus yang juga mantan Menteri Penerangan, di Jakarta, Jumat.

Ia menambahkan selama operasi militer hanya ada dua pasukan yang memperoleh kenaikan pangkat bintang luar biasa. "Yaitu, batalion saya dan kesatuan Pak Prabowo," katanya.

Padahal, kata dia, berapa banyak komandan pasukan 24 tahun yang lalu. "Adik-adik ini saya tahu di daerah operasi. Prabowo itu brilian, hebat. Jangan diragukan itu," katanya.

Ditambahkannya, rakyat indonesia tidak perlu meragukan nasionalisme, kecepatan Letjen (Purn) Prabowo Subianto dalam bertindak. "Saya sebagai komandannya langsung, tidak pernah meragukan itu. Ingat itu, ini Jenderal Yunus Yosfiah yang ngomong," tegasnya.

Penugasan lebih banyak

Yunus Yosfiah menyatakan kalau Prabowo psikopat, tidak mungkin lulus Akademi Militer.

"Kedua, tidak mungkin dia menyelesaikan tugasnya berkali-kali lebih banyak daripada yang banyak omong itu. Jadi penugasan Prabowo ke daerah operasi lebih banyak daripada yang banyak ngomong itu," katanya.

Kemudian, dirinya juga mendengar ada yang menyebutkan jangan?memilih orang yang doyan perang. "Saya ingin luruskan, tentara itu kalau tugas ke daerah penugasan bukan karena doyan tapi semata-mata karena kepercayaan negara kepada dia bahwa dia mampu melaksanakan tugasnya dengan baik," katanya.

"Tidak akan mungkin seorang perwira dikirim ke daerah operasi kalau ternyata dikhawatirkan akan hancur. Jadi banyaknya penugasan itu adalah kepercayaan dan keyakinan dan bagi prajurit yang ditugaskan itu suatu kebanggaan, bukan karena doyan operasi berpisah dengan keluarga menderita di sana. Jadi ini diluruskan jangan terpengaruh black campaign," katanya.

Minta Panglima TNI periksa Wiranto

Mantan Menteri Penerangan Letjen (Purn) Yunus Yosfiah meminta Panglima TNI memeriksa bekas Menhankam/Panglima ABRI Wiranto karena telah membocorkan rahasia negara berupa dokumen Dewan Kehormatan Perwira (DKP).

"Saya mengharapkan Panglima TNI dan KSAD, untuk mengecek apabila ada omongan (Wiranto) yang melanggar aturan militer, untuk diproses melalui peradilan militer," katanya di Polonia Media Center, Jakarta Timur, Jumat.

Ia menjelaskan, Wiranto sendiri selaku Menhankam/Panglima ABRI saat itu mengirim surat usul pemberhentian dengan hormat Prabowo Subianto dari dinas keprajuritan ABRI bernomorkan R/811/P03/15/38 tertanggal 18 November 1998.

"Yang dimaksud 'R' dalam surat itu, rahasia negara," katanya.

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.