LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

400 ASN di Pemkot Bandung Positif Covid-19

Pemerintah Kota Bandung telah mengeluarkan kebijakan Work From Home (WFH) melalui surat edaran No.443/SE.088-BKPSDM terhitung mulai tanggal 28 Juni hingga 5 Juli 2021 untuk mencegah penyebaran Covid-19 lebih luas.

2021-06-29 17:06:27
Corona di Indonesia
Advertisement

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa menyampaikan sudah ada 400 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Bandung yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Pemerintah Kota Bandung telah mengeluarkan kebijakan Work From Home (WFH) melalui surat edaran No.443/SE.088-BKPSDM terhitung mulai tanggal 28 Juni hingga 5 Juli 2021 untuk mencegah penyebaran Covid-19 lebih luas.

“Ada di kisaran 400-an ASN Pemkot Bandung (terkonfirmasi positif Covid-19). Kita belum mendata non ASN,” kata dia, Selasa (29/6).

Advertisement

ASN yang terpapar paling banyak berasal dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang secara langsung berhubungan dengan penanganan Covid-19. Di antaranya Dinas Kesehatan, RSUD RSKIA, RSKGM dan Satpol PP.

“Untuk yang lainnya merata. Bappenda, BKAD, di lingkungan Sekda termasuk BKPSDM itu data yang kita rekap ada sekitar 70-an orang. Ini angkanya memang cukup tinggi,” tambahnya.

Selama kebijakan WFH, seluruh aktivitas di Balai Kota Bandung ditiadakan. Adapun terkait dengan pelayanan publik tetap berjalan secara optimal melalui sistem online.

Advertisement

Sedangkan bagi OPD, Unit Kerja, ataupun BUMD yang berada di luar lingkungan balai kota, tetap bisa memberlakukan WFH 75 persen atau bahkan 100 persen menyesuaikan dengan kondisi dan situasi.

PMI Ajak Penyintas Covid-19 Donor Plasma Konvalesen

Kepala Unit Transfusi Darah Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandung, Uke Muktimanah mengajak masyarakat yang pernah menjadi penyintas Covid-19 menjadi donor plasma konvalesen. Saat ini banyak pasien yang membutuhkan plasma konvalesen. Hingga Selasa, 29 Juni 2021, tercatat antreannya sebanyak 458 pasien.

Uke menjelaskan, satu orang pasien memerlukan sekitar dua labu plasma konvalesen. Dari jumlah antrean tersebut, sebanyak 261 pasien baru mendapatkan satu labu. Sedangkan 197 sisanya sama sekali belum ditransfusi plasma konvalesen.

Tercatat, pasien yang memerlukan plasma konvalesen untuk golongan darah A itu 156 orang, golongan darah B (138 pasien), golongan darah O (132 pasien) dan golongan darah AB (32 pasien).

"Saat ini permintaan plasma konvalesen tengah mengalami peningkatan. Dari hari ke hari jumlah pasien yang meminta donor terus bertambah hingga menyentuh angka 30-an orang,” kata Uke.

Namun Uke mengungkapkan, PMI Kota Bandung tidak memiliki stok ketersediaan plasma konvalesen. Sehingga wajar apabila kasus Covid-19 tengah mengalami peningkatan maka membuat daftar antrean plasma konvalesen kian bertambah.

“Jadi kalau hari ini dapat donor, lalu diproses kemudian dapat sejumlah labu maka langsung dibagikan. Hari ini kita ada jadwal donor 20 orang,” ujarnya.

Uke memaparkan, bagi masyarakat yang memerlukan plasma konvalesen harus membawa calon donor pengganti. Minimal, satu orang donor untuk mengganti dua labu plasma konvalesen. Donor pengganti yang berbeda golongan darahnya tetap diterima untuk disalurkan.

Untuk kriteria donor plasma konvalesen, yakni penyintas yang berusia antara 17 hingga 60 tahun. Dari sisi medis tidak memiliki penyakit penyerta, dan sudah dinyatakan sembuh atau menunjukan hasil negatif berdasarkan keterangan pemeriksaan PCR ataupun pernyataan dokter. Sekurang-kurangnya donor bisa dilakukan empat hari setelah pernyataan negatif tersebut.

Saat ini kapasitas donor plasma konvalesen di PMI Kota Bandung bisa dilakukan sebanyak 20-25 orang per hari. Peningkatan kapasitas donor ini didukung dengan hadirnya 6 unit alat aferesis baru.

“Setiap donor bisa diambil 400-600 cc dan diproduksi jadi 200 cc per labu. Itu kalau memakai mesin dan dengan berat badan di atas 55 atau 60 kilogram. Tapi kalau berat badannya 47 kilogram atau malah kurang, kita ambil manual. Itu paling hanya bisa untuk satu labu,” katanya.

Baca juga:
Epidemiolog Soroti Kemunculan Ivermectin: Seperti Cari Profit saat Rakyat Menderita
DPRD: Jakarta Sulit Terapkan Lockdown
Sebaran Kasus Covid-19 di RI Per 29 Juni 2021, Jakarta Tertinggi
Anies Soal Lokasi Isolasi Mandiri: Semua Kita Siapkan, Pemanfaatannya Step by Step
65 Warga Sembuh dari Covid-19 dan 4 Meninggal, Jalan Pepaya Jagakarsa Minilockdown
29 Juni, Kasus Covid-19 di RI Bertambah 20.467, Total 2.156.465 Orang Positif

(mdk/fik)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.