LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

40 Penumpang Internasional di Soetta Positif Covid-19, Balitbangkes Teliti Varian

Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Soekarno-Hatta mendapati 40 penumpang pesawat rute internasional positif Covid-19. Kasus terkonfirmasi ini ditemukan sejak akhir November 2021 atau saat diberlakukannya aturan baru pencegahan varian Omicron ke Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta.

2021-12-09 18:04:22
varian omicron
Advertisement

Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Soekarno-Hatta mendapati 40 penumpang pesawat rute internasional positif Covid-19. Kasus terkonfirmasi ini ditemukan sejak akhir November 2021 atau saat diberlakukannya aturan baru pencegahan varian Omicron ke Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta (Soetta).

Kepala KKP Kelas I Soekarno-Hatta, Darmawali Handoko menegaskan, 40 penumpang rute internasional terkonfirmasi positif Covid-19 itu berdasarkan hasil tes PCR. Mereka menjalani tes setibanya di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.

Ke-40 sampel positif Covid-19 itu masih diperiksa Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) Kementerian Kesehatan RI. Pemeriksaan genom sequencing dilakukan untuk mengetahui varian dari sampel itu.

Advertisement

"Dari hasil yang sudah kami periksa selama kewaspadaan dari Covid ini, semua yang positif kami dapatkan di Bandara Soekarno-Hatta itu spesimennya kami kirimkan ke Badan Litbangkes untuk dilakukan genom sequencing," jelas Darmawali,Kamis (9/12).

Belum Ada Informasi Soal Varian

Dia mengaku belum mendapat informasi ada tidaknya kasus varian Omicron di antara 40 sampel yang telah dikirim ke Balitbangkes itu. "Data yang saya dapatkan dari lapangan itu sudah ada 40 spesimen positif yang kami kirimkan ke Balitbangkes. Dan sampai hari ini belum dapat info dari Badan Litbangkes bahwa ada hasil genom sequencingnya yang merupakan varian B.1.1.529 atau biasa disebut Omicron," jelas dia.

Advertisement

Menurut dia, dalam mendeteksi varian B.1.1.529 atau Omicron, pihaknya harus melakukan penelitian di Balitbangkes Kemenkes, sebab genom sequencing tidak dapat dilakukan oleh laboratorium PCR biasa.

"Untuk mengetahui varian (Covid-19), itu yang bisa mengeluarkan dari Kemenkes adalah Badan Litbangkes. Kenapa? Dia suatu Badan yang melakukan genom sequencing. Genom sequencing ini untuk pemeriksaannya tidak bisa dengan lab-lab PCR yang biasa. Dia harus pemeriksaan yang lebih spesifik, sehingga bisa ditemukan apakah genom ini sesuai dengan Omicron atau tidak," katanya.

(mdk/yan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.