40 Hari dikubur, makam bayi di Cilacap dibongkar & kain kafan raib
Kejadian misterius itu pertama kali diketahui oleh Dul Aspar, warga Gumilir Cilacap yang kebetulan melintas di lokasi makam pada Jumat (12/1) pukul 05.30 pagi.
Sebuah makam bayi yang baru dikubur 40 hari di komplek TPU Mbeji, Jalan Landak Mertasinga, Kecamatan Cilacap Utara dibongkar paksa. Sampai saat ini, polisi setempat masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui pelaku dan motif pembongkaran makam tersebut.
Kejadian misterius itu pertama kali diketahui oleh Dul Aspar, warga Gumilir Cilacap yang kebetulan melintas di lokasi makam pada Jumat (12/1) pukul 05.30 pagi.
Kapolsek Cilacap Utara Polres Cilacap, AKP Made Arthana mengatakan, makam yang dibongkar merupakan makam bayi perempuan. Bayi tersebut merupakan putri dari pasangan Tasiwan dan Karsiyah warga Mertasingga Cilacap Utara, meninggal dunia saat di lakukan persalinan di salah satu rumah bersalin di Cilacap 40 hari yang lalu.
Memastikan kondisi mayat bayi, petugas dari Polsek Cilacap utara dan Inafis Sat Reskrim Polres Cilacap dengan dibantu oleh warga membongkar makan tersebut. Setelah dilakukan pembongkaran dan dilakukan pengecekan yang disaksikan oleh keluarga bahwa mayat bayi dalam keadaan utuh.
"Hanya sebagian kain kafan saja yang hilang," kata Made, Jumat (12/1).
Setelah dilakukan pemeriksaan, mayat bayi tersebut kembali di makamkan di lokasi semula.
"Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui pelaku dan motif pembongkaran makam" pungkas Made.
Baca juga:
Setoran minim di balik kasus pencurian tali pocong Hendra Capung
Hendra Capung tak punya ilmu kebatinan, cuma pernah mendirikan perguruan silat
Kesal angkot tak kunjung ramai, MI buang tali pocong makam Hendra Capung ke kali
MI bongkar makam Hendra Capung pakai kayu selama 3,5 jam
Pelaku pembongkaran makam Hendra Capung dibekuk