LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

4 Sungai di Teluk Wondama Papua Berpotensi Terjadi Banjir Bandang

Sedikitnya empat sungai di wilayah ibu kota Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, kondisinya cukup berbahaya. Empat sungai tersebut berpotensi menimbulkan banjir bandang di daerah itu.

2019-03-25 20:04:00
Banjir
Advertisement

Sedikitnya empat sungai di wilayah ibu kota Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, kondisinya cukup berbahaya. Empat sungai tersebut berpotensi menimbulkan banjir bandang di daerah itu.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua Barat, Derek Ampnir di Manokwari, Senin, mengatakan, Sentani di Jayapura, Papua memiliki kemiripan dengan Wasior, Teluk Wondama.

"Dan Wasior sudah pernah mengalami banjir bandang hebat dengan jumlah korban jiwa tidak sedikit pada tahun 2010. Di Sentani ada Gunung Siclop kita di Wondama punya Gunung Wondiboi," kata Derek seperti dikutip Antara, Senin (25/3).

Advertisement

Di Wasior Teluk Wondama, kata Derek, terdapat empat sungai besar yang melintasi permukiman padat penduduk. Empat sungai ini mengalir cukup deras dari gunung Wondiboi terutama saat hujan.

"Ada sungai Sanduai ini yang utama dan cukup banyak memakan korban jiwa dan merusak infrastruktur pada banjir bandang 2010. Lalu Sungai Anggris, satu sungai lagi Maniwak, juga satu di Rasie," kata Derek.

Empat sungai tersebut seluruhnya berada di wilayah Wasior dan berada ditengah pemukiman masyarakat. BPBD setempat diminta melakukan pengecekan secara rutin untuk mencegah pendangkalan.

Advertisement

Dia juga berharap, Pemkab Wondama melakukan normalisasi secara rutin agar sedimentasi di empat sungai ini tidak menghambat aliran air.

"Karakter lahan di Wondama terutama di daerah aliran sungai ini tanah berpasir. Maka proses sedimentasi ini berlangsung sangat cepat, apalagi pas musim hujan. Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah," jelasnya.

Derek mengungkapkan, masyarakat Wasior sudah belajar banyak tentang mitigasi bencana di daerah tersebut. Dia meyakini pasca-banjir bandang 2010 masyarakat di daerah ini sudah semakin tangguh.

"Sekarang tugas pemerintah daerah, menekan agar potensi banjir ini terus berkurang. Empat sungai ini harus diperhatikan, jangan sampai material menghalangi aliran air," pungkasnya.

Baca juga:
105 Korban Tewas Akibat Banjir Bandang Sentani Kembali Ditemukan
Banjir di Manokwari, 3 Rumah Hanyut dan 2 Jembatan Rusak
Tim Kajian Banjir Sulsel Sodorkan Rekomendasi Antisipasi Bencana Besar Terulang
Terus Bertambah, Korban Tewas Akibat Banjir Bandang Sentani jadi 100 Orang
9.000 Warga Mengungsi, Ini Wilayah Terparah akibat Banjir Bandang Sentani

(mdk/ray)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.