4 Orang jadi Tersangka Aksi Kelompok Anarko Sindikalisme di Bandung dan Malang
Sejauh ini, Polda Jawa Barat sudah mengidentifikasi jumlah anggota Anarko Sindikalisme sebanyak 619 orang, di mana 605 di antaranya adalah pria dan 14 lainnya wanita.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, Polda Metro sudah membentuk tim untuk melakukan identifikasi terhadap kelompok Anarko Sindikalisme. Kelompok tersebut melakukan vandalisme saat Hari Buruh Internasional di sejumlah kota besar di Indonesia.
Sudah ada 4 tersangka yang ditetapkan atas dugaan vandalisme dan kejahatan ringan. Yaitu, 2 tersangka dari Bandung, Jawa Barat dan 2 dari Malang, Jawa Timur.
"Sudah dilakukan identifikasi (di Bandung, Jawa Barat) tentang keterlibatan mereka dalam suatu peristiwa pidana, khususnya perusakan, kemudian aksi-aksi vandalisme, ditetapkan dua tersangka ya. Diterapkan pasal 170 KUHP," tutur Dedi di Gedung Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (3/5).
Ia menjelaskan, hasil audit menunjukkan bahwa total kerugian dari perbuatan dua orang tersangka di Bandung mencapai kurang lebih Rp 3,5 juta.
"Kemudian untuk di wilayah Malang sudah ditetapkan (juga) dua tersangka, tapi dikenakan Pasal Tipiring (Tindak Pidana Ringan), dan dua tersangka tersebut dikenakan Pasal 489 KUHP," lanjutnya.
Sejauh ini, Polda Jawa Barat sudah mengidentifikasi jumlah anggota Anarko Sindikalisme sebanyak 619 orang, di mana 605 di antaranya adalah pria dan 14 lainnya wanita.
Identifikasi lebih lanjut menemukan bahwa 326 adalah dewasa dan 293 lainnya adalah anak-anak usia SMP hingga kuliah. Dedi menegaskan, pihaknya juga akan bekerjasama dengan Kemenkum HAM dan Badan Intelejen Negara (BIN).
"Karena ini merupakan suatu kelompok atau organisasi, nanti masalah legalnya dari Kemenkumham yang akan membantu polisi mengidentifikasi kelompok tersebut. Kemudian dari Badan Intelejen Negara juga nanti akan memberikan kontribusi kepada Polri," jelas dia.
Penyidikan Butuh Waktu
Dedi menambahkan, polisi juga masih melakukan proses identifikasi di wilayah lainnya seperti Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Makassar, dan Sumatra Utara. Penegakan hukum untuk di Yogyakarta, Makassar, dan Sumatra Utara sendiri masih nihil.
Sedangkan, 6 orang di Surabaya telah dikenakan wajib lapor dan sudah dilakukan pembinaan.
"Jadi semuanya butuh waktu, kita tidak mau terburu-buru agar jelas organisasi ini, siapa yang menjadi tokohnya di tiap-tiap daerah, kemudian berapa keanggotaannya, kemudian juga nanti kita akan dalami juga keterkaitan jaringan yang ada di beberapa daerah," tutur Dedi.
"Bandung yang paling dominan sekarang, yang berhasil kita identifikasi Bandung, Jawa Barat yang paling banyak. Jakarta, kemudian Semarang, Jogja, Surabaya, kemudian di Sulawesi Selatan," kata dia mengakhiri.
Reporter: Ratu Annisa Suryasumirat
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Polisi Buru Pelaku Vandalisme Jembatan Majapahit Malang saat May Day
Usai Digunduli dan Didata, Ratusan Anggota Kelompok Anarko Dipulangkan
2 Wartawan Korban Intimidasi dan Penganiayaan di Bandung Melapor ke Propam
Tim Cagar Budaya Desak Wali Kota Malang Tangkap Pelaku Vandalisme di Jembatan
Wartawan Dianiaya Polisi, Emil Minta Diselesaikan Secara Kekeluargaan
Mengenal Kelompok Anarko, Perusuh di Aksi Buruh May Day
Moeldoko Minta Polisi Cari Dalang di Balik Aksi Vandalisme saat May Day