LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

4 Manuver Danjen Kopassus bela anak buah

Mayjen Agus Sutomo mengaku bertanggung jawab atas perbuatan 11 anak buahnya yang menyerbu Lapas Cebongan.

2013-04-17 09:40:00
Kopassus
Advertisement

Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus Mayor Jenderal TNI Agus Sutomo lagi-lagi menunjukkan sikap membela 11 anak buahnya yang terlibat penyerbuan Lapas Cebongan, Sleman, DIY. Padahal, 11 anggota Kopassus terlibat aksi pembunuhan.

Beberapa waktu lalu, Agus mengungkapkan siap bertanggung jawab, bahkan dia siap dipecat karena kesalahan anak buahnya. Terbaru, Agus mengaku rela bertukar kepala dengan 11 pasukan elit yang melakukan tindak pidana.

Meski begitu, Agus menjamin proses hukum terhadap 11 anggota Korps baret merah akan berjalan obyektif. Dia pun berharap kejadian seperti ini tak terjadi lagi.

Berikut empat pernyataan Agus yang terkesan pasang badan demi anak buah yang melakukan kejahatan:

Siap ditukar kepala

Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus Mayor Jenderal TNI Agus Sutomo tidak henti-hentinya membela ke-11 anak buahnya atas penyerbuan di Lapas Cebongan, Sleman, Jawa Tengah. Bahkan, jenderal bintang dua ini, siap bertukar kepala dengan sebelas anak buahnya yang kini sedang ditahan.

"Apapun yang terjadi kita terus maju, saya orang pertama yang paling bertanggung jawab. Bila perlu yang 11 orang saya tukar, dia di luar saya di dalam saya siap," tegasnya, usai acara HUT Kopassus ke-61 di Cijantung, Jakarta Timur, Selasa (16/4).

Advertisement

Bersedia tidur di sel

Danjen Kopassus Mayjen Agus Sutomo bersedia tidur di sel bersama 11 anggotanya yang melakukan penyerangan ke Lapas Cebongan. Hal itu dinilai sebagai bentuk solidaritas terhadap anggotanya.

Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengapresiasi sikap Agus. "Itu rasa solidaritas dia sebagai komandan. Hal itu bagus, memberikan pendidikan dan dukungan moril bagi anak buahnya," ujar Staf Ahli Menhan Mayjen TNI Hartind Asrin.

Hartind mengatakan, seorang tentara tidak akan lari dari hukuman jika melakukan kesalahan. "Kalau salah siap hadapi hukum. Ksatria saja. Apapun hukumannya, kami siap saja, sudah pasrah. Tentara itu tidak pengecut," kata dia.

Advertisement

Siap dicopot

11 Anggota Komando Pasukan Khusus mengakui telah menyerang Lapas Cebongan, Sleman, Yogyakarta. Mereka menembak empat tahanan yang menghabisi rekan mereka Serka Heru Santoso. Komandan Jenderal Kopassus Mayjen TNI Agus Sutomo siap bertanggung jawab, bahkan dia siap dipecat karena kesalahan anak buahnya.

"11 Orang itu anak buah saya. Salah karena saya komandannya itu grup saya. Sayalah orang yang bertanggung jawab, saya orang yang terdepan," tegas Mayjen Agus di Mako Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur.

Bukan pelanggaran HAM

Danjen Kopassus Mayor Jenderal TNI Agus Sutomo mengatakan dengan tegas bahwa tidak ada pelanggaran HAM yang dilakukan 11 anak buahnya saat melakukan penyerangan. Padahal, 11 tentara bengis itu membunuh 4 orang tahanan.

"Tidak ada pelanggaran ham. Yang ada pelanggaran anggota. Jelas?" tegas Agus dalam acara HUT Kopassus yang ke-61 di Cijantung, Jakarta Timur, Selasa (16/4).

Agus menjelaskan, dia siap mempertaruhkan namanya sebagai wujud tanggung jawabnya atas apa yang dilakukan anak buahnya tersebut.

"Anggota itu semua anak buah saya. Saya Komandan Jenderal Kopassus Mayjen Sutomo yang paling bertanggungjawab paling depan," jelasnya.

(mdk/did)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.