4 Kepala daerah ini pernah murka lalu marahi anak buah
Ini 4 kepala daerah yang pernah murka lalu memarahi anak buahnya di depan umum:
Kemarin ramai berita Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memarahi anak buahnya saat sidak ke jembatan timbang. Penyebabnya, saat dia sedang sidak mendadak ada kernet sopir truk memberi amplop berisi uang kepada petugas timbangan. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini pernah beberapa kali memarahi orang, termasuk anak buahnya sendiri. Misalnya saat anak buahnya menangani banjir di Surabaya pada Desember 2013. Dia marah-marah melihat anak buahnya lambat dalam bekerja. Dengan gaya bicara ceplas-ceplos, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bisa dibilang sering sekali marah-marah, terutama kepada anak buahnya. Misalnya saat Ahok memarahi kepala Dinas PU yang diunggah ke Youtube. Wali Kota Bogor Bima Arya juga pernah marah karena anak buahnya di Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor terlibat kasus narkoba. Bima marah dan segera mencopot Kepala Satpol PP Agung Prihatno dari jabatannya. Paling anyar adalah berita Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Dia marah-marah saat melakukan sidak di jembatan timbang. Ganjar pun memerintahkan seluruh jajaran Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika provinsi setempat untuk menghentikan berbagai bentuk pungutan liar yang terjadi di jembatan timbang.
Sebenarnya Ganjar marah-marah bukan kali itu saja. Sebelumnya dia juga pernah memarahi petugas Badan Kepegawaian Daerah (BKD) sebab tidak menyediakan desk pemantau penerimaan pegawai negeri sipil.
Selain Ganjar, sebelumnya juga banyak kepala daerah lain diberitakan marah-marah. Kebetulan kemarahan mereka diekspos media massa. Misalnya paling populer adalah video Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok ) memarahi kepala Dinas PU yang diunggah ke Youtube.
Berikut ini 4 kepala daerah yang pernah murka lalu memarahi anak buahnya di depan umum:Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini
Saat itu Kelurahan Sumber Rejo, Kecamatan Pakal, Surabaya, sedang dilanda banjir besar. Banjir akibat hujan deras yang melanda Surabaya dan Gresik. Terlebih lagi luapan air dari Kali Lamong, Gresik, juga membuat daerah sekitar Cerme, Gresik dan Pakal Surabaya, banjir.
"Sejak tadi malam (16/12), Bu Risma marah-marah. Semuanya kena marah beliau. Tadi ada pohon yang tumbang dan harus segera dievakuasi agar tidak menghambat proses evakuasi warga keluar desa, semuanya dimarahi karena dinilai lambat," kata salah satu karyawan honorer bagian dokumentasi Bidang Humas Pemkot Surabaya di lokasi banjir, Selas petang (17/12).
Hal senada juga diungkap Arie, salah satu relawan yang ikut terjun membantu warga. Arie juga mengatakan, saat mendung pekat siang tadi, Risma juga melontarkan emosinya ke sejumlah PNS dan Satpol PP.
"Tadi pas kita membantu mengevakuasi barang-barang warga Bu Risma marah-marah. Tadi kandung mendungnya sudah gelap, beliau minta cepat, sementara truk-nya kan gak bisa jalan cepat karena banjir, itu saja didamprat semua," kata Arie.Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahok
Selain itu, masih banyak lagi aksi Ahok marah-marah. Paling anyar saat dia memarahi anak buahnya di acara Paskah bersama PNS Pemprov DKI. Saat memberi sambutan, Ahok menilai Dinas Sosial dan Dinas Perumahan DKI, tidak becus dalam menanggapi permasalahan warga Jakarta.
"Tadi pagi saya BBM Pak Rudy (Kadis PU). Saya bilang di Jalan Letjen Suprapto itu ada lobang begitu besar Anda tidak tutup. Sampai ada yang meninggal, semalam orang jatuh dari motor. Jadi mau mati berapa orang? Di jalan itu sudah tiga kali kecelakaan Anda pun tidak tambal itu jalan," kata Ahok di lokasi, Kamis (24/4).
"Saya juga sudah bicara sama Dinsos, kenapa mesti saya yang laporkan kepada anda ada orang gila dan terlantar, baru Anda urus. Ke Dinas Perumahan juga saya bilang kenapa mesti saya yang laporkan ada orang tua yang pensiunan terlunta-lunta pada hal punya jasa buat negara ini," lanjutnya.Wali Kota Bogor Bima Arya
"Pak Agung (Kepala Satpol PP) sebagai komandan harus bertanggung jawab penuh terhadap ulah anggotanya, maka dari itu mulai hari ini saya istirahatkan (pencopotan) dan saya menyatakan perang terhadap narkoba, apalagi sampai melibatkan oknum-oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkot Bogor," kata Bima kepada wartawan.
Dia mengaku tidak akan menolerir terhadap kejahatan narkoba ini. Maka dari itu pihaknya mempersilakan Polres Bogor Kota memproses dua oknum PNS berinisial HD (49) dan DA (32), yang berdinas di Satpol PP Kota Bogor.Gubernur Jawa Tengah Ganjar
"Saya meminta Dishub melakukan operasi untuk membereskan semua, tidak ada pungli-punglian lagi, semua (pengemudi truk yang muatannya melebihi batas tonase) harus bayar dan mendapat kuitansi sehingga masuk ke kas negara," kata Ganjar di Semarang.
Hal tersebut disampaikan Ganjar usai menggelar pertemuan dengan jajaran Dishubkominfo Jateng sebagai tindak lanjut setelah orang nomor satu di Provinsi Jateng itu menemukan praktik pungli saat melakukan inspeksi mendadak di jembatan timbang di Subah, Kabupaten Batang, yang dikutip dari Antara, Senin (28/4).
Video ganjar marah-marah ini beredar di Youtube. Saat itu dia sedang sidak ke jembatan timbangan. Tiba-tiba ada kernet sopir truk memberi amplop berisi uang ke petugas jembatan timbangan. Ganjar memergokinya lalu marah besar.