4 Hal ini bikin pelaksanaan haji tahun 2016 diklaim berhasil
Empat hal ini bikin pelaksanaan haji tahun 2016 diklaim berhasil. Secara khusus Menag mengapresiasi sebagian petugas PPIH yang meniatkan diri untuk tidak berhaji. Kembalinya jemaah haji Indonesia pada kuota normal ini, menurut Menag juga menyangkut Armina.
Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin mengklaim pelaksanaan haji tahun 2016 berhasil dengan baik, meski pelaksanaan belum selesai sepenuhnya. Keberhasilan ini menurut dia disebabkan empat hal.
"Pertama, saya harus menyatakan faktor utama karena petugas haji kita. PPIH kita saya saksikan sendiri telah memberikan komitmen, dedikasi, ketekunan, kesabaran, keikhlasan dalam tugasnya masing-masing. Ini sangat memberikan kontribusi dalam penyelenggaraan ibadah haji," kata Menteri Agama di Jeddah, sesaat sebelum kembali ke Tanah Air, Jumat (16/9).
Secara khusus Menag mengapresiasi sebagian petugas PPIH yang meniatkan diri untuk tidak berhaji. "Ini secara tersendiri perlu kita angkat tangan, hormat. Mereka berhaji tidak sebagaimana yang selama ini dipahami, pakai ihram, tawaf, sai, wukuf, dll. Tapi mereka berhaji dengan memberikan semua yang terbaik secara total mereka memberikan yang terbaik dalam melayani jemaah. Ini saya sangat mengapresiasi," imbuh Lukman.
Kedua, menurut Lukman, keberhasilan pelaksanaan haji tahun ini lantaran kepatuhan jemaah haji terhadap aturan-aturan pelaksanaan ibadah haji. "Kesuksesan haji secara keseluruhan karena jemaah haji kita mengikuti peraturan, ketentuan, dan taat menjalaninya. Ini yang memperlancar haji kita," ujar Lukman.
Adapun ketiga, menurut Lukman, lantaran semua pihak, seperti sejumlah kementerian, lembaga, institusi lain, memiliki kesamaan cara pandang satu niat yang sama yaitu bagaimana agar haji tahun ini berjalan sukses. Baik di tingkat eksekutif (Kemenag), Kemenkes, Kementerian Hukum dan HAM, Kemenlu, Kedubes RI di Saudi Arabia, KJRI Jeddah dan kementerian-kementerian terkait lainnya termasuk Badan Pemeriksa Keuangan.
"Termasuk di legislatif, DPR, DPD, memiliki komitmen untuk menyukseskan haji tahun ini. Kebersamaan kita sebagai sebuah bangsa inilah yang menghilangkan ego sektoral."
Sementara yang terakhir, tidak bisa dipungkiri, menurut Menag dukungan pemerintah Saudi Arabia sangat besar dalam mewujudkan kesuksesan pelaksanaan haji tahun ini. Tak hanya Kementerian Haji Arab Saudi, Kemenlu, Kemendagri Arab Saudi, juga muassasah, yang merupakan kepanjangan tangan dari pemerintah Arab Saudi, juga maktab-maktab lainnya. "Kita masih temukan satu dua persoalan yang harus ditingkatkan, tapi secara keseluruhan batuan mereka sangat berarti," imbuh Menag.
Saat ini, ujar Menag, tahapannya tinggal bagaimana ke depan Kemenag belajar pengalaman, untuk bisa lebih meningkatkan kualitas pelayanan ibadah haji. Tantangannya tidak sederhana. Tahun depan jumlah kuota Indonesia akan bertambah, Masjidil Haram hampir selesai sehingga kuota jemaah haji Indonesia akan kembali normal.
"Kalau sekarang 168.800 orang, maka normal bisa 211.000 sekian. Itu pun belum perhitungkan kuota negara lain yang akan kita upayakan untuk mengurangi antrean yang panjang di dalam negeri. Penambahan kuota ini sangat signifikan. Tidak hanya menyangkut angkutan udara, hotel, katering, dan lain-lain. Ini tidak sederhana, butuh koordinasi."
Kembalinya jemaah haji Indonesia pada kuota normal ini, menurut Menag juga menyangkut Armina. "Kita bisa membayangkan ditambah 20 persen dari kuota nasional, kompleksitas persoalan jadi complicated. Ini menuntut adanya koordinasi, dan sistem pemantauan pengawasan yang lebih baik, imbuh politikus Partai Persatuan Pembangunan tersebut.
Sehingga, imbuhnya, Satuan Operasi Armina harus di-back up dengan petugas yang tidak hanya lebih banyak dari segi kuantitas, tapi kualitasnya harus mumpuni dalam menjalankan tugas. "Dua hal ini jadi PR Kemenag sebagai wakil pemerintah yang oleh UU dapat tugas untuk melaksanakan tugas nasional untuk menyelenggarakan ibadah haji," tutup Menag.(mdk/ang)