4 Fakta mahasiswa IISIP meninggal di Gunung Salak
Kematian Helmy di Gunung Salak seakan menambah deretan para pendaki yang meninggal saat mendaki gunung.
Mahasiswa Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) meninggal dunia saat mendaki Gunung Salak. Helmy Dwi Apriyanto (19) meninggal saat mendaki bersama teman dan seniornya. Helmy Dwi Apriyanto adalah mahasiswa IISIP yang meninggal saat mendaki Gunung Salak. Dia merupakan calon anggota Caterva, klub pecinta alam di IISIP. Helmy dan 8 temannya naik Gunung Salak untuk mengikuti pelatihan dasar naik gunung yang digelar oleh Caterva. Selama mendaki, cuaca di gunung yang dikenal angker itu memang sedang tidak bersahabat. Hujan deras dan angin kencang menghadang rombongan dan membuat kondisi kesehatan Helmy drop. Helmy Dwi Apriyanto (19) Mahasiswa Institute Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) meninggal saat mendaki bersama teman dan seniornya di Gunung Salak. Beredar rumor, Helmy meninggal karena kekerasan yang dilakukan seniornya. Menurut Ketua Umum Caterva Adi Prasetya Utama, latihan pendidikan dasar tersebut dimulai sejak 15 Januari lalu. Para peserta dan panitia memang tidak sampai puncak, karena ada berbagai acara yang harus diikuti oleh para peserta. Baca juga:
Kematian Helmy di Gunung Salak seakan menambah deretan para pendaki yang meninggal saat mendaki gunung. Belum lama ini, juga ada pendaki Gunung Semeru yang meninggal.
Ada beberapa fakta terkait dengan kematian Helmy ini. Apa saja? Berikut yang berhasil dihimpun merdeka.com, Kamis (23/1):Helmy adalah calon anggota klub pecinta alam IISIP
"Jadi bukan Ospek, tetapi semacam aplikasi pelatihan dasar. Sebelumnya kita sudah memberi materi dan diaplikasikan kemarin itu," ujar Ketua Umum Caterva Adi Prasetya Utama kepada merdeka.com, Rabu (22/1) kemarin.
Adi menuturkan, Helmy adalah ketua regu dari 9 peserta calon anggota Caterva itu. Selain 9 orang tersebut, sejumlah senior yang jadi panitia juga ikut mendaki.
"Kita mulai mendaki 15 Januari lalu, jumlah semuanya 20-an lebih. Kebetulan Helmy memang ketua regu peserta," terang Adi.Meninggal karena cuaca buruk
"Karena acara sudah mau selesai lalu kita turun di pos empat. Saat itu Minggu malam Senin, tetapi saat itu Helmy sudah meninggal. Lalu ada tim yang ke bawah minta bantuan dan banyak juga yang masih di atas di pos empat untuk menjaga Helmy," kata Ketua Umum Caterva Adi Prasetya Utama kepada merdeka.com, Rabu (22/1) kemarin.
Setelah tim penyelamat datang jenazah Helmy lalu dibawa ke RS PMI Bogor. Selain Helmy, beberapa peserta lainnya juga mendapat perawatan di RS PMI.
"Sebagian ada yang dirawat termasuk Deviyana, tetapi kondisi saat ini saya belum dapat informasi berapa yang masih dirawat. Teman-teman juga ada yang nungguin di PMI," terangnya.Tak ada kekerasan
Hal ini dikarenakan Helmy mendaki Gunung Salak dalam rangka untuk mengikuti pendidikan dasar komunitas mahasiswa pecinta alam IISIP, Caterva. Helmy mendaki Gunung Salak bersama 8 teman dan didampingi senior Caterva.
Namun pihak Caterva langsung membantah rumor tersebut. Menurut Ketua Umum Caterva, Adi Prasetya Utama, juniornya itu tewas lantaran kondisi cuaca buruk di Gunung Salak.
"Tidak ada kekerasan kepada peserta. Gimana mau kekerasan kita sendiri juga dibuat susah dengan kondisi cuaca di sana," ujar Ketua Umum Caterva Adi Prasetya Utama kepada merdeka.com, Rabu (22/1).
Helmy meninggal lantaran cuaca buruk yang terjadi di Gunung Salak saat mereka melakukan pendakian.Meninggal saat mengikuti pendidikan dasar
"Ini juga bukan Ospek, ini semacam pengaplikasian materi yang sebelumnya sudah diberikan kepada para peserta. Kebetulan, Helmy adalah ketua regu. Jadi mungkin dia kecapean. Yang jelas tidak benar ada kekerasan," bantah Adi.
Selain Helmy, beberapa peserta lainnya sempat dirawat di RS PMI Bogor setelah dievakuasi Selasa (21/1) kemarin dari Pos empat Gunung Salak. Namun Adi tidak bisa memastikan berapa mahasiswa lainnya yang masih di rawat di RS PMI Bogor.
"Salah satunya Deviyana, dia masih dirawat, yang lain saya belum tahu apakah masih dirawat apa sudah boleh pulang. tetapi sebagian memang ada yang sudah diperbolehkan pulang. Teman-teman Caterva juga tetap menunggui di RS PMI," terangnya.
Caterva IISIP: Helmy meninggal bukan karena kekerasan senior
Mahasiswa IISIP tewas saat daki Gunung Salak
Jasad pria berbaju kotak-kotak ditemukan di Gunung Salak
Petugas gabungan punguti serpihan bangkai Sukhoi di Gunung Salak
Gunung Gede-Pangrango ditutup selama bulan Agustus