3.400 Personel TNI-Polri amankan kunjungan Jokowi di Makassar besok
Presiden Joko Widodo kembali akan mengunjungi Kota Makassar, Rabu besok (12/7) membuka kegiatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) Expo 2017 yang digelar oleh Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin). Acara ini dalam rangka Harkopnas ke-70 yang berlangsung di Lapangan Karebosi, Makassar.
Presiden Joko Widodo kembali akan mengunjungi Kota Makassar, Rabu besok (12/7) membuka kegiatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) Expo 2017 yang digelar oleh Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin). Acara ini dalam rangka Harkopnas ke-70 yang berlangsung di Lapangan Karebosi, Makassar.
Beberapa kegiatan yang akan berlangsung pada kesempatan itu adalah penandatanganan MoU Dekopin dengan berbagai bank BUMN, peluncuran BNI Digital Lounge dan expo perbankan.
Terkait dengan rencana kedatangan Jokowi ini, pasukan pengamanan melakukan gelar pasukan di Lapangan Hasanuddin, Selasa sore, (11/7) dipimpin Asisten Operasi (Asop) Kodam XIV/Hasanuddin Kolonel Thevi A Zebua. Juga dihadiri Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Sulsel Kombes Polisi Stephen Napiun.
Kolonel Thevi A Zebua dalam kesempatan ini mengungkap, jumlah personel TNI yang diturunkan sekitar 2.000-an, diback up 1.370 personel Polri. Selain Lapangan Karebosi sebagai titik utama tempat yang dituju Presiden Joko Widodo, sejumlah tempat lain juga diamankan dan diantisipasi.
"Presiden RI Joko Widodo adalah sosok pemimpin yang merakyat sehingga kerap ada kegiatan di luar agenda karena mau dekat dengan rakyat. Olehnya seluruh personel keamanan harus siaga untuk mengantisipasinya, memberi keamanan dan kenyamanan," kata Kolonel Thevi A Zebua.
Di depan pasukan TNI, Polri, Pemadam Kebakaran dll, Asisten Operasi Kodam XIV/Hasanuddin ini mengingatkan kalau Makassar adalah kota yang kerap didatangi tamu VVIP yakni kepala negara. Diharapkan semua yang terlibat dalam pengamanan tidak menganggapnya sebagai rutinitas saja sehingga bisa memunculkan kelengahan.
"Semua harus memberikan keamanan dan kenyamanan. Tadi para perwira sudah dibreefing, pengamanan akan berlangsung mulai besok tanggal 12 hingga tanggal 13. Jadi kalau ada diantara prajurit yang merasa belum jelas dengan tugasnya, silahkan tanya ke pimpinan masing-masing," ujarnya seraya menegaskan, tugas pengamanan RI satu tidak boleh gagal. Tugas ini adalah kehormatan dan kebanggaan sehingga harus diselesaikan dengan baik.
Dia mengingatkan, di beberapa daerah telah terjadi kasis tindakan teror. Dia menegaskan, jangan takut. Untuk itu harus diantisipasi sedini mungkin. Prajurit harus cakap dalam melaksanakan tugas.
Sementara Kombes Polisi Stephen Napiun menegaskan, saat ini banyak sekali kegiatan nasional termasuk rangkaian Pilkada yang memungkinkan munculnya kelompok-kelompok tertentu yang tidak senang dengan Presiden Joko Widodo.
"Ini semua perlu diantisipasi dengan soliditas TNI dan Polri. Kalau kita bersinergi, kita mampu," tandasnya. (mdk/bal)