LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

34 Wartawan Istana era Soeharto luncurkan buku

Ide Buku '34 Wartawan Istana Bicara Tentang Pak Harto' muncul ketika diadakan reuni wartawan Istana.

2013-03-27 20:45:51
Soeharto
Advertisement

Para jurnalis yang tergabung dalam Persaudaraan Wartawan Istana Negara (PEWARIS) meluncurkan buku berjudul '34 Wartawan Istana Bicara Tentang Pak Harto'. Bekerjasama dengan Universitas Mercu Buana (UMB), sebanyak 34 wartawan senior berhasil menuangkan tulisan mereka dalam dua versi.

Versi pertama adalah nuansa human interest sesuai dengan kesan dan kenangan serta pengalaman masing-masing, sementara versi kedua adalah nuansa semi tematik.

Beberapa wartawan yang terlibat di dalam penulisan buku ini di antaranya Daud Sinja (Direktur Utama Harian Sinar Harapan), Dr. Toeti Kakiailatu (Redaktur Majalah Tempo), H. Ernesto Barcelona (Wartawan Harian Pelita) dan sejumlah wartawan senior lain yang tergabung di dalam PEWARIS.

Advertisement

Rektor Universitas Mercu Buana Arissetyanto Nugroho mengungkapkan kegembiraannya karena pihaknya telah terlibat dalam pembuatan buku ini.

"Buku ini berisikan sisi lain dari sosok Pak Harto, the other side of Soeharto, di mata para wartawan. Ini sudah merupakan taruhan reputasi yang tidak diragukan lagi, karena wartawan yang bertanggung jawab tidak akan menulis sesuatu tanpa melakukan verifikasi atas data yang ditulisnya," kata Arissetyanto dalam peluncuran buku '34 Wartawan Istana Bicara Tentang Pak Harto', di Wisma Antara, Jakarta Pusat, Rabu (27/3).

Menurutnya, para wartawan yang berkontribusi di dalam buku ini bukanlah wartawan biasa karena mereka mencatat sebuah sejarah besar di Indonesia.

Advertisement

"Mereka yang menulis di dalam buku ini adalah wartawan senior dengan jam terbang tinggi. Media massa pada waktu itu memang tidak menugaskan reporter atau wartawan muda untuk meliput kegiatan kepresidenan," ujarnya.

Koos Arumdanie selaku Ketua Tim Koordinator PEWARIS berharap agar penerbitan buku pertama ini bisa memberikan gambaran celah-celah awak media di seputar Pak Harto dan bermanfaat untuk pembaca.

"Demikian pula tulisan semi tematik yang menyajikan sekilas tentang kebijakan pemerintahan almarhum presiden Soeharto," kata Arum.

(mdk/ren)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.