34 Warga Demak ikut tersandera KKB di Papua
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengatakan, memantau terus perkembangan kejadian tersebut karena ada warganya yang menjadi korban. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah siap turun tangan jika sewaktu-waktu dibutuhkan dalam penanganan kejadian tersebut.
Sebanyak 34 warga Desa Kedondong, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak termasuk dari sekitar 1.300 orang yang disandera oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB). Kelompok tersebut melakukan penyanderaan di Desa Kimbely dan Desa Bantil, Tembagapura, Papua.
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengatakan, memantau terus perkembangan kejadian tersebut karena ada warganya yang menjadi korban. "Kita lagi mantau terus, militer sedang bertindak. Kalau sudah posisi seperti itu militer yang maju," jelasnya, Senin (13/11).
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah siap turun tangan jika sewaktu-waktu dibutuhkan dalam penanganan kejadian tersebut. "Kita pantau terus. Jika dibutuhkan dari Pemprov atau Pemkab akan kita sampaikan seperti waktu nelayan Kendal dulu," ujarnya.
Ganjar mengaku belum mengetahui motif kejadian tersebut. Apalagi sejauh ini belum ada tuntutan yang mengemuka dari KKB tersebut, termasuk soal permintaan tebusan.
"Tidak ada permintaan soal itu. Kita tunggu aparat keamanan yang bertindak," katanya.
Kelompok kriminal bersenjata beraksi di Papua. Mereka melarang warga keluar desa. Akibatnya, warga Desa Kimbely dan Bantil pun tidak bisa bebas beraktivitas karena diawasi kelompok tersebut.
Baca juga:
Wakapolri sebut sandera anak-anak & wanita sudah diselamatkan dari KKB di Papua
KKB sandera karyawan PT Freeport dan rusak jalan
Polri sebut KKB belum buka pintu komunikasi soal penyanderaan warga
Berebut limbah Freeport hingga separatisme jadi motif KKB teror Papua
Kapolri sebut sudah ada yang diamankan terkait penyanderaan di Tembagapura
Kapolda & Pangdam diminta pakai cara persuasif hadapi ulah KKB sandera warga Papua
Kapolri beberkan penyebab KKB nekat tembaki petugas hingga sandera warga