310 Orang Terjaring Razia Jam Malam di Sidoarjo, 4 Positif Covid-19
"Karenanya kepada masyarakat, agar mentaati segala peraturan PSBB di wilayah kita supaya upaya pemutusan mata rantai Covid-19 ini dapat dengan cepat teratasi," ujar dia.
Polisi menggelar razia jam malam dalam Pemberantasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Sidoarjo, Rabu (6/5). Hasilnya, 301 orang terjaring oleh petugas yang tengah asik nongkrong di warkop dan keluyuran di luar rumah.
"Malam ini kembali kami lakukan razia masyarakat yang berada di luar rumah, berkerumun di warkop saat pemberlakuan jam malam PSBB," ujar Kabagops Polresta Sidoarjo Kompol Mujito.
Mujito mengatakan meraka yang terjaring dibawa ke Mapolresta Sidoarjo untuk diperiksa kesehatannya, suhu tubuh dan rapid test secara acak. 85 orang dilakukan rapid test didapatkan 4 orang diduga positif.
"Hasil dari 85 rapid test malam ini, ada 4 orang terduga positif Covid-19. Yang kemudian akan kami tindak lanjuti untuk dilakukan pemeriksaan swab, guna memastikan positif atau tidaknya Covid-19 dalam tubuh mereka," katanya.
Sementara itu, Kadinkes Kabupaten Sidoarjo Syaf Satriawarman mengimbau masyarakat agar mematuhi aturan PSBB dan jam malam agar pandemi Covid-19 ini segera berakhir.
"Karenanya kepada masyarakat, agar mentaati segala peraturan PSBB di wilayah kita supaya upaya pemutusan mata rantai Covid-19 ini dapat dengan cepat teratasi," ujar dia.
Sebelumnya, sebanyak 250 orang menjalani rapid test Virus Corona atau Covid-19 di Polrestas Sidoarjo. Pasalnya, 250 orang ini terjaring oleh anggota gabung di beberapa wilayah di Kabupaten Sidoarjo dalam razia larangan keluar jam malam Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Senin (4/5) dini hari.
Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji mengatakan, mereka yang terjaring ada yang remaja hingga orangtua. Di mana mereka berkerumun di warung kopi dan keluar tanpa alasan jelas di saat berlakunya jam malam PSBB.
"Sesampainya di Polresta Sidoarjo, mereka yang terjaring razia harus menjalani pemeriksaan suhu tubuh dan dilakukan rapid test untuk mengetahui ada tidaknya di antara warga yang masih nekat keluar saat jam malam yang terjangkit Covid-19," katanya dalam siaran pers, Senin (4/5).
(mdk/ray)