30 Desa di Pati Kekeringan, Warga Cari Sumber Air ke Sawah
"Ada juga warga menggunakan air waduk untuk masak dan mandi," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Pati, Sanusi
30 Desa di wilayah Pati, Jawa Tengah mengalami kekeringan dan krisis air. Bahkan, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juwono membuat sumur bor untuk mengatasi masalah. Namun, hasilnya tidak semua sumur bor mengeluarkan air.
"Saking kondisi telah mengering, banyak warga mencari sumber mata air ke ladang sawah. Ada juga warga menggunakan air waduk untuk masak dan mandi," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Pati, Sanusi saat dikonfirmasi merdeka.com, Jumat (30/8).
Desa terparah terdampak kekeringan yaitu Desa Sendangsuko, Sarimulyo, Bumiharjo. Kemudian, beberapa desa di Kecamatan Winong, Tanjung Sekar, Tlogowayu, Pasuruan dan Kretek.
"Kondisi saat ini telah kita tetapkan siaga darurat bencana. Karena sesuai perkirakan BMKG, puncak kemarau akan terjadi September nanti," ujarnya.
Secara keseluruhan, jumlah warga yang terdampak kekeringan di wilayahnya mencapai 5.333 jiwa di 30 desa. Meski begitu, dia menyebut bahwa droping air bersih baru bisa dilakukan bagi 28 desa.
"Karena dana kebencanaan kita tidak mencukupi, makanya baru 28 desa yang dapat pasokan air bersih. Sisanya kita minta bantuan ke BPBD Jateng untuk mendistribusikan hampir 100 tangki air bersih dan mencari bantuan 24 tangki lewat CSR swasta," tutup Sanusi.
Baca juga:
Pemerintah Diminta Perkuat Antisipasi Dampak Kekeringan ke Produksi Pangan
2.000 Hektare Sawah di Sumsel Terdampak Musim Kering
40 Hari Tak Turun Hujan, Sejumlah Daerah di Sumsel Mulai Alami Kekeringan
Antisipasi Kemarau Panjang, Warga Solo Diimbau Buat Lubang Biopori
Kekeringan, Warga Karawang Gali Bebatuan di Sungai Mengering Demi Dapatkan Air