LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

30 Babi di Flores Timur Terserang ASF, Kadistanpangan Bali: Bibit Bukan dari Kita

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distanpangan) Provinsi Bali buka suara terkait kematian 30 ekor ternak babi akibat virus African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika di Flores Timur. Mereka memastikan babi yang mati itu bukan berasal dari Pulau Dewata seperti berita yang beredar.

2023-01-19 00:00:00
Flu Babi
Advertisement

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distanpangan) Provinsi Bali buka suara terkait kematian 30 ekor ternak babi akibat virus African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika di Flores Timur. Mereka memastikan babi yang mati itu bukan berasal dari Pulau Dewata seperti berita yang beredar.

Kadistanpangan Provinsi Bali I Wayan Sunada menegaskan bahwa bibit babi dari Bali tidak lagi dikirim ke wilayah Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pengiriman terhenti sejak wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) merebak beberapa waktu lalu.

"Sejak PMK merebak kita tidak pernah mengirim (babi) ke NTT dan sekitarnya. Kita tidak pernah kirim karena NTT kan bebas PMK. Kita tidak boleh mengirim ke sana," kata Sunada saat dihubungi Rabu (18/1).

Advertisement

Bali Bebas ASF

Ia mengakui pengadaan bibit babi yang dilakukan Balai Pembibitan Ternak Unggul (BPTU) itu memang berada di wilayah Bali, NTB dan NTT. "Nah ini ada pengadaan bibit dari BPTU dan BPTU kan wilayahnya Bali, NTB, dan NTT. Pengadaan itu, bibitnya dibeli itu bibit asal Kupang, bukan dari Bali. Kita tidak boleh mengirim babi ke sana," ungkapnya.

"Minta tolong diklarifikasi sama media itu. Jangan sampai heboh nanti Bali ini. Heboh nanti lagi. Saya itu gerak cepat kalau yang namanya gini-gini," tegasnya.

Advertisement

Ia juga menegaskan bahwa virus African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika belum ditemukan di Pulau Bali. Saat ini ternak babi di Pulau Dewata masih aman dari wabah itu.

"Kita jaga ketat Bali ini. Kita belum pernah mengirim babi semenjak PMK. Apalagi baru-baru ini tidak ada kita. Itu tidak benar, dan tidak ada kirim babi, tidak benar itu dan minta tolong diklarifikasi. Bali itu aman tidak ada (ASF). Kita belum pernah bawa babi (ke Kabupaten Flores Timur)," ujarnya.

(mdk/yan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.