3 tahun lalu jemaah di Cipinang lebaran beda dengan pemerintah
"Karena kita mengikuti dari guru-guru kita terdahulu seperti Guru Marzuki,"
Masjid Jami Al Marzuqiyah melalui badan pengurusnya menetapkan berakhirnya bulan ramadan 1 Syawal pada hari Senin (26/6). Imam Masjid Jami Al Marzuqiyah Lukmanul Hakim MZ mengatakan perbedaan penetapan 1 syawal itu bukan sebuah masalah. Menurutnya, penetapan itu berdasarkan ajaran guru-guru terdahulu.
Pengurus masjid menggunakan kajian kitab Tamyizul Haq yang mengatakan hilal baru dapat dilihat pada ketinggian minimal 7 derajat. Sehingga terjadi perbedaan perhitungan hilal dengan pemerintah.
"Karena kita mengikuti dari guru-guru kita terdahulu seperti Guru Marzuki, bahwa standar untuk Rukyatul Hilal itu bisa Inkrah Nurukyah itu ukurannya 7 derajat, dibawah itu Musail Rukyah, itu standar kami," kata Lukmanul di lokasi, Jakarta, Senin (26/6).
Kendati demikian, Lukmanul menyebut jemaahnya tetap menjalankan ibadah puasa sama dengan umat muslim pada umumnya. "Untuk puasa kita bareng sama Pemerintah, berarti jemaah Istiqmal 30 hari," tuturnya.
Di lokasi sama, salah satu jemaah Masjid yang juga warga Cipinang Muara, Jamal menuturkan, masjid tersebut terbuka untuk umum. Namun, diakuinya, mayoritas jemaah adalah pengikut ajaran Marzuqi Bin Mirshod.
"Masjid ini terbuka untuk umum, sama seperti yang lain, namun kebanyakan yang datang untuk shalat memang dari warga sekitar yang mengikuti ajaran Guru Marzuki Bin Mirshod," pungkasnya.
Baca juga:
Libur Lebaran, pengunjung padati Pantai Ancol
Pengunjung kecewa Monas ditutup untuk perawatan
Lebaran di kampung halaman, Azwar Anas diminta jadi khatib Salat Ied
Opor ayam dan ketupat di lapangan kecil penggusuran Luar Batang
Cerita Ellen, warga Amerika ikut upacara Grebeg di Kraton Yogyakarta
Pengusaha: Penjualan makanan & minuman turun dibanding tahun lalu
Jumlah penyeberang Bakauheni-Merak melonjak dibanding 2016