LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

3 Suporter terlibat pengeroyokan dan perusakan di Semarang ditangkap

Polrestabes Semarang menangkap tiga suporter sepak bola yang melakukan perusakan minimarket dan pengeroyokan terhadap anak di bawah umur, saat mereka melintas di Semarang.

2018-10-08 14:17:14
Anarkisme Suporter Sepakbola
Advertisement

Polrestabes Semarang menangkap tiga suporter sepak bola yang melakukan perusakan minimarket dan pengeroyokan terhadap anak di bawah umur, saat mereka melintas di Semarang.

Tiga tersangka yakni Mohamad Sodik (38) warga Kali Larangan, GA (16) warga Pajang, dan AS (18) warga Laweyan. Mereka terpaksa berulah lantaran bus yang ditumpangi dilempari oleh tidak dikenal depan minimarket daerah Mangkang. Tak terima tindakan tersebut, mereka menyuruh sopir untuk berhenti.

"Saya emosi, naik bus pulang dikawal kok dilempari. Lantas teman-teman turun balas lempar kena toko Alfamart karena banyak orang yang lari ke dalam," kata Mohamad Sodik saat gelar perkara di Polrestabes Semarang, Senin (8/10).

Advertisement

Kemudian dia turun melakukan pengejaran terhadap seorang bernama Yusuf. "Saya hajar, tendang orang itu, temen-temen lain juga lempar batu ke sejumlah orang lain," ujarnya.

Akibat kejadian itu, kaca minimarket pecah akibat lemparan batu, sedangkan satu korban di bawah umur luka-luka.

"Ya hanya pelemparan saja dan kami memukul seseorang, tidak ada penjarahan," ujarnya.

Advertisement

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abioso Seno Aji mengatakan dengan adanya laporan perusakan dan pengeroyokan, petugas segera melakukan penyelidikan.

"Tiga pelaku tertangkap di tempat berbeda. Untuk GA dan AS ditangkap di Solo, sedangkan Sodik ditangkap usai kejadian di kawasan Pecinan Semarang," kata Abioso.

Abioso menyebut untuk suporter dan pengurus harus dapat mengendalikan diri agar tidak terjadi tindak kriminal.

"Jadi koordinator suporter agar bisa atur anggota suporter jika hendak menonton laga sepak bola. Apabila terjadi kerusuhan ke depan, penanggung jawab akan kami minta pertanggungjawaban. Jika kalau tidak bisa kendalikan aman, disarankan tidak usah pakai penonton, daripada buat keributan," kata Abioso.

Baca juga:
Kapten Arema FC tak mau ada kekerasan antar suporter terjadi pada laga kontra Persebaya
Menpora minta PSSI netral jika Persib Bandung ajukan banding
Polisi kembali tangkap enam orang penganiaya Haringga, 5 di antaranya di bawah umur
PSSI hukum Persib, dilarang main di Bandung & tanpa suporter sampai akhir musim 2018
Pertemuan Menpora, PSSI, APPI, klub, dan suporter hasilkan 10 poin penting
Silaturahmi suporter Indonesia jadi momentum bersatunya stakeholder persepakbolaan

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.