3 Strategi Ridwan Kamil Hadapi Covid-19
Di benteng pertama, pihaknya melakukan PSBB, melakukan pelarangan mudik, menerapkan sosial distancing, dan lain sebagainya.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memaparkan ada 3 strategi yang diterapkan dalam menghadapi Covid-19. Adapun ini disampaikan dalam sebuah video saat conference pers BNPB.
"Strategi pertama adalah benteng pencegahan, strategi kedua adalah benteng pelacakan dan pengetesan, dan benteng yang ketiga adalah benteng perawatan," kata pria yang akrab disapa Kang Emil, Sabtu (16/5).
Di benteng pertama, pihaknya melakukan PSBB, melakukan pelarangan mudik, menerapkan sosial distancing, dan lain sebagainya.
"Dipelacakan, kita melakukan tes masif sebanyak-banyaknya mendekati 0,6% dari jumlah penduduk, dan diperawatan kita menyiapkan 105 rumah sakit rujukan, peralatan ventilator buatan lokal untuk menyempurnakan kekurangan dan lain sebagainya," ungkap Kang Emil.
Dia menyadari, di benteng pencegahan memang itu modal yang dipunyai pihaknya. "Kenapa? Karena kita hanya punya modal sosial. Jawa Barat 50 juta, Korea Selatan juga 50 juta. Tapi Jawa Barat hanya punya uang 1% dari Korea Selatan, untuk menyelamatkan sama-sama 50 juta, maka modal kita hanya kedisiplinan," tukasnya.
Tunggu Obat
Dia juga mengatakan, sejauh ini tak banyak yang bisa dilakukan sebelum ada obat untuk penanganan virus tersebut. "Sebelum vaksin ditemukan, yaitu pengobatan, maka strategi kita hanya busa melakukan pencegahan," katanya.
Adapun dia mempunyai rumusan yang paling sederhana dalam melakukan pencegahan. "Dengan rumus, dimana ada kerumunan di situ ada Covid. Di mana tidak ada kerumunan di situ tidak ada Covid," jelas Kang Emil.
Karenanya, dia terus melakukan PSBB, yang dilakukan secara bertahap. "Oleh karena itu, PSBB kita lakukan di Jawa Barat, dibagi 3 tahap dimulai dibuat di Bodebek dulu tanggal 15 April, kemudian dilanjutkan di Bandung Raya 5 kota Bandung Raya Kabupaten 22 April, kemudian akhirnya kita bikin PSBB skala Provinsi itu di tanggal 6 Mei yang akan berakhir di tanggal 20 Mei atau minggu depan," pungkasnya.
(mdk/eko)