3 Pendaki Bandung hilang di Nepal, 2 di antaranya pengantin baru
Kadek dan Alma baru saja menikah pada Minggu 1 Maret 2015 lalu. Mereka bulan madu ingin mendaki gunung di Nepal.
Tiga pendaki gunung asal Indonesia dilaporkan hilang usai bencana gempa yang meluluhlantahkan Nepal berkekuatan 7,9 skala ritcher pada Sabtu (25/4). Ketiga pendaki yang tergabung dalam Taruna Hiking Club (THC), satu pasang merupakan pengantin baru yakni, Kadek Andana (26) dan Alma Parahita (31).
Adapun satu lainnya yakni Jeroen Hehuwat (39). Kadek dan Alma baru saja menikah pada Minggu 1 Maret 2015 lalu.
"Jadi memang betul mereka baru saja menikah satu bulan lalu. Keduanya memang hobi mendaki gunung," kata ibu dari Kadek, Lundhi Farida (59) saat ditemui di kediamannya di kawasan Bukit Dago Utara, Bandung, Senin (27/4).
Lundhi tidak menghalangi keinginan Kadek usai menikah dan bermaksud berbulan madu di perbukitan di Nepal. Ketiganya itu hendak mendaki ke Gunung Naya Kangga dan Yala Peak, Langtang, Nepal.
Lokasi ini berjarak sekitar 150 kilometer dari barat Gunung Everest, gunung tertinggi di dunia tersebut.
"Karena memang ketika sebelum berangkat anak saya bilang. Mah, saya nanti ingin foto di puncak gunung (Naya Kangga) sama istri. Itu jadi foto pernikahan saya yang dipajang di rumah," kata Lundhi menirukan ucapan Kadek.
Menurut dia, Kadek belum mau memasang foto pernikahannya kecuali ketika foto anaknya tersebut berada puncak gunung yang berada di ketinggian 5.800 meter. "Jadi di rumah memang belum dipasang foto pernikahan anak saya. Maunya nanti saja, ketika pulang baru di pasang foto," terangnya.
Kadek kali terakhir berkomunikasi dengan Lundhi pada 23 April lalu. Pria lulusan ITB itu memberi kabar lewat pesan singkat. Hingga kini pihak keluarga dan THC masih terus menunggu informasi dari beberapa otoritas salah satunya Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Daka, Nepal.(mdk/hhw)