3 Pemuda di Sukabumi rusak angkot pakai pedang samurai, golok dan palu
Aksi penyerangan itu berawal dari berebut penumpang yang berbuntut kepada balas dendam. Ketiga pelaku saat ini masih menjalani pemeriksaan dan untuk korban dirawat di RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi.
Tiga pemuda pelaku perusakan angkot di Jalan Baros, Kota Sukabumi, Jawa Barat, ditangkap anggota Polres setempat. Ketiga pelaku merusak angkot menggunakan pedang samurai, golok dan palu.
"Ketiga pelaku tersebut berinisial IN, IR dan FAJ. Tersangka melakukan penyerangan terhadap angkot tersebut dengan menggunakan samurai dan golok yang akibatnya kaca depan dan belakang angkot rusak serta sopirnya mengalami luka-luka," kata Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo Condro di Sukabumi, Kamis (8/3).
Informasi yang dihimpun, penangkapan tersebut berawal dari aksi perusakan yang dilakukan ketiga tersangka di Jalan Baros tepatnya depan SPBU Baros.
Pelaku yang membawa pedang samurai, golok dan palu langsung memecahkan kaca belakang angkot jurusan Sukabumi-Baros bernomor polisi F 1922 TC.
Sopir yang panik dan terkejut dengan kejadian tersebut langsung tancap gas. Tetapi karena kondisi arus lalu lintas padat sehingga terkejar oleh pelaku yang kembali menghancurkan kaca depan angkot tersebut.
Sang sopir yang panik, turun dari angkot dan mencoba lari, tetapi terjatuh dan kakinya terlindas oleh angkot yang dikemudikannya karena lupa menarik rem tangannya. Penumpang yang panik pun langsung berhamburan keluar angkot.
Menurutnya, kasus penyerangan tersebut motifnya adalah balas dendam, di mana rekan ketiga pelaku bernisial FA mengadu dianiaya oleh AY yang berprofesinya sebagai sopir angkot jurusan Baros-Sukabumi.
"Dua pelaku berhasil ditangkap warga dan langsung diserahkan kepada kami, sementara seorang lagi ditangkap di rumahnya," tambahnya.
Susatyo mengatakan dari keterangan tersangka, aksi penyerangan itu berawal dari berebut penumpang yang berbuntut kepada balas dendam. Ketiga pelaku saat ini masih menjalani pemeriksaan dan untuk korban dirawat di RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi.
Baca juga:
Warga Ogan Ilir kompak bereskan tempat ibadah dirusak orang tak dikenal
Rumah ibadah di Ogan Ilir dirusak sejumlah orang tak dikenal
Orang gila mengamuk, rusak motor dan serang warga dengan celurit
Kapolri sebut dari 45 penyerangan ulama, 42 hoax yang dibumbui di medsos
Moeldoko sebut penyerangan tokoh agama modus lama, tak ada kaitannya dengan pilkada