3 Pasar di Denpasar Bali Jadi Klaster Baru Penyebaran Covid-19
"Ini menjadi perhatian dari Gugus Tugas Covid-19 Denpasar. Ini klaster pasar tentu orang-orang yang datang silih berganti dan kami ambil tindakan cepat tes massal kepada pedagang yang potensi kontak dan juga pengunjung," imbuhya.
Klaster baru penyebaraan Covid-19 terjadi di tiga pasar tradisional di Kota Denpasar, Bali. Hal itu diketahuhi karena ada empat warga terkonfirmasi positif Covid-19 dari tiga pasar tersebut.
"Memang dalam tiga hari belakang ini. Kita temukan klaster baru yakni klaster pasar. Itu yang tekonfirmasi sudah ada tiga pedagang dan satu tukang suwun atau panggul yang terkonfirmasi positif Covid-19," kata Dewa Gede Rai, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penangana Covid-19 Denpasar di Kantor Wali Kota Denpasar, Selasa (9/6).
Para pedagang yang terjangkit Covid-19 adalah dua pedangan di Pasar Badung, satu pedagang di Pasar Kumbasari dan satu buruh panggul di Pasar Gunung Agung, Denpasar.
"Ini menjadi perhatian dari Gugus Tugas Covid-19 Denpasar. Ini klaster pasar tentu orang-orang yang datang silih berganti dan kami ambil tindakan cepat tes massal kepada pedagang yang potensi kontak dan juga pengunjung," imbuhya.
Pihaknya langsung melakukan tes massal usai penemuan tersebut. Kemudian, 19 warga dari klaster Pasar Badung, 45 warga klaster Pasar Kumbasari 45 dan 2 warga klaster Pasar Gunung Agung dites swab dengan metode PCR.
Upaya lainnya adalah menutup area 10 meter dari lokasi pedagang yang terkonfirmasi positif selama 14 hari dan juga melakukan disinfeksi rutin di titik terjadinya kasus tersebut.
Selain itu, Dewa Rai menyampaikan, pihaknya menemukan kendala dalam pelacakan kontak klaster pasar karena tidak mengetahui siapa saja yang berbelanja di pedagang yang positif tersebut.
Namun, pihaknya meminta kejujuran dan kesadaran masyarakat yang sempat kontak dengan pasien positif Covid-19 untuk melapor agar dilakukan rapid test maupun tes swab.
"Mari bersama meningkatkan partisipasi mencegah Covid-19. Agar yang merasa kontak langsung dengan pedagang yang terinfeksi jujur melaporkan diri sehingga bisa dites baik rapid test maupun swab," ujarnya.
"Ini butuh dukungan semua pihak. Karena keberhasilan 80 persen ditentukan ketaatan dan kedisiplinan masyaraakat mematuhi protokol kesehatan," sambung Dewa Rai.
Selain itu, Dewa Rai meminta masyarakat untuk selalu memperhatikan protokol Covid-19. Seperti, menggunakan masker saat keluar rumah, lebih sering cuci tangan setelah melakukan sesuatu dan menghindari kerumunan.
(mdk/ray)