LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

3 Hari Direndam Banjir, Sejumlah Desa di Bengkulu Masih Terisolir

Camat Merigi Sakti Ujang Safawi mengatakan longsor di Desa Lubuk Pendam menutup jalan lintas Provinsi Bengkulu di wilayah itu. Akibatnya, jalur dari Tugu Hiu hingga Simpang Keroya Bengkulu Tengah menuju wilayah itu, tertutup.

2019-04-29 22:31:00
Banjir
Advertisement

Sejumlah desa di Bengkulu yang terendam banjir masih terisolir. Padahal banjir sudah terjadi dalam tiga hari terakhir.

"Ada beberapa desa di dua kecamatan yang belum dapat ditembus tim penanggulangan bencana sehingga saat ini masih fokus membuka jalur," kata Kepala BPBD Provinsi Bengkulu Rusdi Bakar di Bengkulu, Senin (29/4).

Kunjungan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo ke sejumlah desa di Kecamatan Merigi Sakti dan Pagar Jati dibatalkan karena jalur belum dapat dilalui kendaraan roda empat.

Advertisement

Camat Merigi Sakti Ujang Safawi mengatakan longsor di Desa Lubuk Pendam menutup jalan lintas Provinsi Bengkulu di wilayah itu. Akibatnya, jalur dari Tugu Hiu hingga Simpang Keroya Bengkulu Tengah menuju wilayah itu, tertutup.

"Selain longsor ada juga banjir yang melanda Desa Punjung," kata dia.

Ia menambahkan warga korban longsor juga terdapat di Desa Susup, Komering, dan Rajak Besi. Sebagian besar warga itu sedang berada di kebun mereka di kaki Gunung Bungkuk.

Advertisement

Sementara itu, Anggota Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Bengkulu Nurkholis Sastro mengatakan beberapa desa lainnya yang masih minim bantuan di Bengkulu Tengah adalah Desa Talang Panjang, Kota Titik, Genting, dan Tebat Penyengat.

"Di tiga desa ini ada 10 rumah yang bergeser dan hanyut terbawa banjir dan syukurnya jalan ke lokasi sudah bisa dilalui kendaraan roda empat," ucapnya.

Ketua Pengurus Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Bengkulu Deff Trihamdi mengatakan empat komunitas masyarakat adat terkena banjir dan longsor namun masih minim perhatian pemerintah, terutama tim penanggulangan bencana.

"Khususnya di Desa Muara Dua di Kabupaten Kaur banjir Sungai Nasal mengakibatkan 20 rumah hanyut dan 353 kepala keluarga terdampak banjir," katanya. Seperti diberitakan Antara.

(mdk/rhm)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.