3 Desa di Buleleng dibanjiri ratusan pengungsi Gunung Agung
Jumlah keseluruhan mencapai 509 jiwa yang sudah mengungsi dan berada di Kabupaten Buleleng.
Selain dialihkan ke Kabupaten Klungkung, warga yang tinggal dekat dengan Gunung Agung juga diungsikan di wilayah Kabupaten Buleleng. Kabupaten yang diungsikan dari Desa Dukuh dan Warga Desa Ban, Kecamatan Kubu, Karangasem yang masuk dalam Kawasan Rawan Bencana (KRB) III.
Mereka diantar dengan menggunakan truk dan ada juga beberapa warga yang menggunakan kendaraan pribadi, terutama sepeda motor.
Warga dari dua desa itu diungsikan ke Desa Tembok, Desa Sambirenteng, dan Desa Les, Kabupaten Buleleng. Mengingat, ketiga desa itu merupakan desa terdekat bagi warga setempat dan aman dari bencana erupsi Gunung Agung bila kemungkinan terjadi.
Berdasarkan data yang dihimpun, hingga Kamis (21/9) siang diperoleh ada 500 jiwa lebih yang sudah mengungsi ke Desa Tembok dan Desa Les, Buleleng, yang semuanya berasal dari desa-desa yang ada di Kecamatan Kubu, Karangasem.
Mereka pun kini sudah menempati beberapa tenda-tenda pengungsi yang sudah disediakan BPBD Buleleng dan BPBD Kabupaten lain di seluruh Bali dan anggota TNI.
Dari rincian data menyebutkan, jumlah pengungsi yang dari Kecamatan Kubu, karangasem barada di Desa Les, Kecamatan Tejakula, sebanyak 234 jiwa yang semuanya berasal dari Desa Ban. Dari total 234 jiwa itu, ada 2 orang dalam keadaan hamil.
Kemudian, pengungsi yang berada Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, yang sebagian ditempatkan di Aula Kantor Desa Tembok dengan total 257 jiwa kebanyakan berasal dari Dusun Bahel dan Dusun Pandan Sari, Desa Dukuh, Kecamatan Kubu.
Ada pula yang ditempatkan di rumah warga bernama Wayan Mangku Sedeng dan Nengah Bendes berjumlah 5 orang dari Dusun Batu Giling, Desa Dukuh, Kecamatan Kubu. Dan rumah Wayan Suparta berjumlah 18 orang dari Dusun Batu Giling, Desa Dukuh, Kecamatan Kubu.
Kemudian, pengungsi yang berada di Desa Sambirenteng, Kecamatan Tejakula, ada di rumah warga Ketut Warta berjumlah 18 orang dari Dusun Blong, Desa Ban, Kecamatan Kubu. Sehingga, jumlah keseluruhan mencapai 509 jiwa yang sudah mengungsi dan berada di Kabupaten Buleleng.
"Kami khawatir, apalagi sudah ada imbauan, kemarin juga kami sudah rasakan ada gempa. Ya, untuk jaga-jaga makanya kami memilih mengungsi ke lokasi yang sudah diarahkan. Barang-barang juga sudah kami bawa," ujar salah seorang pengungsi yang ada di Desa Tembok dari Desa Dukuh, Karangasem.
Perbekel Desa Tembok, Dewa Komang Yudi Astara mengatakan, dari pihak desa sudah jauh-jauh hari pasca adanya imbauan, melakukan upaya persiapan lokasi evakuasi pengungsi.
Kata dia, setidaknya sudah ada 5 titik lokasi pengungsian bagi warga yang Dukuh dan Ban, Kecamatan Kubu, yang masuk dalam zona KRB III.
"Kami sudah lakukan upaya evakuasi, dengan menyiapkan titik lokasi pengungsi untuk warga Dukuh dan Ban. Untuk pendataan, terus kami lakukan termasuk koordinasi dengan pihak adat dan tokoh masyarakat, agar para pengungsi nyaman. Lokasi para pengungsi juga tidak jauh dari pemukiman warga kami," kata Dewa Yudi.
Sementara Tokoh Masyarakat setempat, Dewa Putu Tjakra menegaskan, untuk Desa Tembok dan Desa sekitar yang menjadi titik lokasi pengungsian, saat ini sudah siap menampung jumlah pengungsi yang diperkirakan akan mencapai 13 ribu lebih jiwa.
Sebab menurut anggota DPRD Buleleng dari fraksi Demokrat ini, Desa Tembok punya historis terhadap pengungsi, saat letusan Gunung Agung tahun 1963.
"Intinya kata siap, itu sudah ada. Kami juga sudah lakukan kerjasama dengan BPBD dan pihak-pihak lain, untuk tindaklanjutnya. Kami juga dulu ada histori tahun 1963, jadi setidaknya ada pengalaman sedikit. Terpenting pengungsi itu bisa merasa nyaman, meski ini bukan rumahnya tapi mereka nyaman," pungkas Dewa Tjakra.
Hingga saat ini pihak Desa bersama BPBD seluruh Bali menyiapkan sarana dan prasarana termasuk fasilitas MCK bagi para pengungsi, dan utamanya menyiapkan logistik bagi para pengungsi yang saat ini sudah mencapai 500 jiwa lebih.
Bahkan sejak pukul 16.15 WITA, alat berat loader sudah melakukan pengerukan membuat lubang MCK di lokasi pengungsian pos desa Les Buleleng. Ukuran MCK darurat itu lebar 2 m x tinggi 2 m × panjang 20 meter dan diawasi langsung oleh Subur selaku Kalaksa BPBD Buleleng.
Baca juga:
Pemkot Denpasar pantau Gunung Agung lewat Damamaya Cyber Monitor
Gunung Agung siaga, Kemenhub sebut jalur penerbangan masih aman
Gubernur imbau warga sekitar Gunung Agung untuk mengungsi
Aktivitas Gunung Agung terus meningkat, warga di zona merah tak kunjung diungsikan
Untuk Gunung Agung, masyarakat Bali gelar persembahyangan peneduh
Ratusan warga di Gunung Agung padati pengungsian, BPBD Bali kekurangan tenda