LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

3 Cerita Sandiaga Uno terkejut setelah blusukan

Sandi terkejut melihat realita di masyarakat.Mulai dari tempe tipis, hingga jajanan yang harganya Rp 1.000

2018-09-25 06:40:00
Sandiaga Uno
Advertisement

Cawapres Sandiaga Uno kerap kali blusukan ke pasar-pasar untuk mengecek kondisi harga terkini. Dia bertemu para ibu maupun pedagang untuk menanyakan harga apa saja yang stabil dan naik. Dari hasil blusukan, banyak ibu-ibu yang mengeluhkan harga naik, dan ada juga pedagang yang mengeluh barang dagangannya tidak laku.

Bahkan dari penemuan Sandi, ada juga barang dagangan yang sangat murah, hingga ia terkejut. Berikut beberapa momen Sandi saat blusukan ke pasar-pasar:

Advertisement

Sandi terkejut harga makanan masih ada Rp 1.000

Di Solo, Jawa Tengah, terkenal makanannya yang enak dan murah. Wajar saja banyak pengunjung yang datang ke kota itu, sambil menikmati kulinernya. Tapi tidak untuk Sandi. Dia terkejut saat mengetahui makanan di kota Solo yang harganya Rp 1.000. Makanan itu adalah serabi Haji Umar di Notosuman, Solo. "Enak banget ini serabi. Berapa tadi harganya? Seribu ya. Hebat ya." kata Sandi.

Sandi menyebut Jawa Tengah sebagai jantungnya Indonesia. Ini karena penduduknya yang paling besar. Sandi juga mengibaratkan ekonomi Jawa Tengah seperti raksasa yang tengah tidur.

Advertisement

Ada tempe dalam kemasan sachet

Saat ke Pasar Sendiko, Semarang, Sandi menemukan penjual yang menjual tempe dalam bentuk sachet. Di pasar itu, tempe sachet dijual seharga Rp 350. Menurut penjual, tempe sachet ini dijual untuk menyiasati naiknya harga tempe.

Sandi mengapresiasi langkah para pedagang ini. Para penjual menjual tempe yang dipotong kecil-kecil dan dibungkus plastik transparan.

Ada tempe setipis kartu ATM

Sandi mengaku menemukan tempe setipis kartu ATM di Duren Sawit, Jakarta Timur. Hal ini, menurutnya, imbas dari nilai rupiah yang melemah.

"Tempe sekarang sudah dikecilkan. Dan tipisnya sama kayak kartu ATM. Tahu Ibu Yuli di Duren Sawit, jualan tahu dikecilin karena tidak bisa menaikkan harga karena tidak akan laku karena daya belinya," kata Sandiaga.

(mdk/has)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.