28.000 Aparat bakal tindak tegas massa yang mau coba datangi TPS
28.000 Aparat bakal tindak tegas massa yang mau coba datangi TPS. "TPS itu sudah ada petugasnya, ada linmas di sana, ada saksi, ada polisi di sana, ada Babinsa di sana untuk apa diawasi lagi, sudah saja mereka memberikan hak suaranya dan tidak boleh kelompok itu menekan orang perorangan," tegas Kapolda.
Sekitar 28.000 personel dikerahkan untuk mengamankan aksi masa pada tanggal 11, 12, dan 15 Februari mendatang. Para personel tersebut gabungan dari Polri dan juga TNI.
"Cukup banyak, kami ada 23.450 (personel), dari Kodam jaya ada 4.700 (personel). Jadi sekitar 28.000 (personel), (pengaman) di Jakarta," ujar Kapoda Metro Jaya Irjen Pol M. Iriawan, di Mapolda Metro Jaya, Kamis (9/2).
Hal itu diucapkan Iriawan usai bertemu Pandam Jaya Mayjen TNI Teddy Lhaksmana di Mapolda Metro Jaya, usai membahas pengamanan Pilkada DKI Jakarta.
Seperti diketahui, pada aksi tanggal 15 Februari, massa akan mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS), usai melakukan salat subuh berjamaah di Majid Istiqal.
Dalam hal tersebut, Iriawan menegaskan kalau di tempat TPS sudah ada yang kawal. Sehingga tak perlu massa mendatangi TPS.
"TPS itu sudah ada petugasnya, ada linmas di sana, ada saksi, ada polisi di sana, ada Babinsa di sana untuk apa diawasi lagi, sudah saja mereka memberikan hak suaranya dan tidak boleh kelompok itu menekan orang perorangan atau membeli salah satu paslon tertentu itu tidak jujur kan adil dan bersih," katanya.
Namun, lanjutnya, apa bila nanti ada pengerahan massa untuk tetap mendatangi TPS. Dirinya tak segan-segan untuk menindak tegas. "Kita amankan," pungkasnya.(mdk/ian)