272 Ribu personel Polri amankan Pemilu 2019
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, mengatakan personel Polri akan dibantu TNI dan lembaga lain. Namun diketahui pasti jumlah prajurit TNI bergabung dalam tim pengamanan Pemilu 2019. Namun, diperkirakan TNI akan mengirimkan 2/3 dari jumlah personel Polri.
Sebanyak 272.880 personel Polri dikerahkan untuk mengamankan seluruh tahapan Pemilu 2019. Mereka akan dibantu TNI dan lembaga lain.
"Jumlah anggota Polri yang dilibatkan di dalam pelaksanaan pengamanan Pemilu dari mulai tahap kampanye sampai dengan tahap pelantikan ada 272.880 personel," ucap Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, Jakarta Selatan, Jumat (14/9).
Dedi belum mengetahui pasti jumlah prajurit TNI bergabung dalam tim pengamanan Pemilu 2019. Namun, diperkirakan TNI akan mengirimkan 2/3 dari jumlah personel Polri.
Bukan hanya personel, TNI juga mendukung logistik pengamanan Pemilu 2019. Hal itu tentu akan memudahkan tugas Polri dalam operasi pengamanan pemilu dengan nama sandi Operasi Mantap Brata tersebut.
"Jadi pada prinsipnya, TNI juga akan mem-back up baik dari personel, sarana prasarana, juga akan di-back up seluruh kegiatan pengamanan ini," ucap Dedi.
Jenderal bintang satu itu menyatakan, pihaknya sudah siap mengamankan tahapan Pemilu 2019 sejak pendaftaran capres-cawapres dan caleg. Pengamanan dilakukan dari tingkat Mabes Polri hingga ke tingkat satuan wilayah atau polres.
"Di kampanye itu juga akan ada potensi kerawanan. Di situ kepolisian juga mengantisipasi dengan baik. Dari mulai tingkat Mabes sampai dengan tingkat Polres seluruh anggota sudah siap untuk melaksanakan pengamanan pemilu," kata Dedi.
Reporter: Nufiysul Qodar
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Sandiaga cerita Erick Thohir menangis saat tahu sahabatnya jadi cawapres
Jika DPT ganda tak selesai, Fadli Zon khawatir ada suara siluman di Pemilu 2019
Tak ingin debat jadi ajang saling menjatuhkan, Sandiaga usul konsep urung rembuk
Sandi minta kepala daerah kubu Prabowo fokus benahi ekonomi, bukan Pilpres
Khawatir tak menjangkau seluruh rakyat, Sandiaga tolak usulan debat berbahasa Inggris
Kinerja pemerintah diiklankan di bioskop, Fadli Zon ragu dan curiga hoaks
Iklan bioskop dikritik, Jokowi bilang rakyat perlu tahu yang dikerjakan pemerintah