LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

27 Hari jalan kaki ke KPK, 2 warga Ponorogo serahkan dokumen korupsi

Pujiana dan Wakidi, dua warga asal Ponorogo mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi. Mereka menuntaskan perjalanan selama 27 hari untuk menuju KPK dalam rangka memperingati Hari Antikorupsi.

2018-01-08 16:38:20
KPK
Advertisement

Pujiana dan Wakidi, dua warga asal Ponorogo mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi. Mereka menuntaskan perjalanan selama 27 hari untuk menuju KPK dalam rangka memperingati Hari Antikorupsi.

Di dada mereka disematkan spanduk bertuliskan 'Memperingati hari anti korupsi ayo kita nyatakan perang terhadap koruptor'.

"Mungkin dengan kedatangan kami dari Ponorogo ke Jakarta ini dalam rangka Hari Antikorupsi kami mengajak kepada masyarakat untuk peduli dan benci terhadap korupsi karena dengan kita membenci korupsi kita akan berlatih untuk jujur disiplin dan punya malu," kata Pujiana di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Senin (8/1).

Advertisement

Tidak hanya itu, Pujiana juga menjelaskan sudah memberikan beberapa dokumen kepada KPK terkait empat kasus yang belum diusut di Ponorogo. Salah satunya yaitu kasus di Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo yang menjerat mantan Wakil Bupati (Wabup) Ponorogo Yuni Widyaningsih terkait kasus korupsi DAK tahun 2012-2013. Yuni telah divonis 4 tahun penjara dan denda sebesar Rp 200 juta.Namun menurut Puji, Yuni belum ditahan sekitar 1 tahun lamanya.

"Spesifiknya ada 4 kasus ada pendidikan, pembangunan rumah sakit, pertanian, dan humas. Ini yang belum saja namanya Yuni Widianingsih. Sudah divonis 4 tahun sampai sekarang sudah sekitar 1 tahun belum juga dieksekusi," ungkap Pujiana.

Ditemui terpisah, Juru Bicara KPK, Febri Diansyah membenarkan bahwa Pujiana dan Wakidi melakukan aksi jalan kaki dari Ponorogo ke Jakarta untuk menyerahkan sejumlah dokumen. Pihaknya pun mengapresiasi aksi dari Pujiana dan Wakidi.

Advertisement

"Mereka jalan kaki sekitar 27 hari. Ada dua orang. Didampingi warga ponorogo yang ada di jakarta. Dan kita hargai iktikad mereka jalan ke sini. Dan makanya kita terima. Kalau soal korup kita koordinasi," ungkap Febri.

Namun Febri enggan merinci terkait dokumen apa saja yang diberikan Pujiana dan Wakidi. Dia hanya menjelaskan pihaknya menyerahkan beberapa dokumen terkait seorang yang sudah bersapah dalam kasus korupsi tetapi belum dilakukan eksekusi.

"Nah itu belum secara rinci kita lihat. Tadi menyerahkan ada satu bundel yang kedua seorang divonis bersalah dalam kasus korupsi. Vonisnya 4 tahun tapi belum dilakukan eksekusi dan belum bebas. Dan belum ditahan.kemudian juga berharap KPK konsen dengan Ponorogo," jelas Febri.

Baca juga:
Geledah 4 lokasi usut suap Bupati Hulu Sungai Tengah, KPK temukan catatan proyek
Jadi tersangka lagi, Bupati nonaktif Nganjuk dijerat kasus TPPU
Soal kecelakaan Setya Novanto, Hilman Mattauch kembali diperiksa KPK
KPK panggil Olly Dondokambey hingga Jazuli Juwaini terkait kasus e-KTP
Demo e-KTP, demonstran kirim keranda mayat untuk koruptor di KPK

(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.