LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

240 Desa wisata di Jateng mandul, pemandu minim pengetahuan

"Dampaknya banyak homestay di desa wisata mangkrak. Ini harus dibenahi mungkin akan berkoordinasi dengan guidenya agar diberikan penguasaan materi tentang promosi di daerahnya."

2018-09-10 12:04:55
Pariwisata Indonesia
Advertisement

Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Pemprov Jateng menilai pengelolaan 240 desa wisata di wilayahnya stagnan, dan masih terhambat sisi pemasaran. Dimana dalam peran pemasaran pemandu wisata mengandalkan pengetahuan otodidak.

"Jadi masih banyak pemandu (guide) yang perlu belajar tentang menggali daya tarik di daerahnya. Pemandunya kurang mengeksplor objek kehidupanan masyarakat seperti ciri khas masakan khas daerah.Akibat lemahnya promosi banyak homestay mangkrak," kata Kepala Disporapar Jateng, Urip Sihabudin di Kantor Disporapar Jateng, Semarang, Senin (10/9).

Lebih lanjut, dengan kurangnya ide penguasaan pemasaran dalam hal pemandu wisata (guide), banyak wisatawan yang kurang minat mengunjungi.

Advertisement

"Dampaknya banyak homestay di desa wisata mangkrak. Ini harus dibenahi mungkin akan berkoordinasi dengan guidenya agar diberikan penguasaan materi tentang promosi di daerahnya," ujarnya.

Urip menjelaskan untuk pemandu wisata perlu ditingkatkan pengetahuan gastronominya tentang masakan khas daerahnya masing-masing. Itu sebagai upaya pengenalan awal sekaligus mempromosikan keunikan daerah wisata kepada masyarakat luas.

"Jangan hanya mengandalkan dikunjungi pengunjung saat akhir pekan saja," tuturnya.

Advertisement

Ia mengimbau kepada setiap pengelola desa wisata supaya menggiatkan kerjasama dengan biro-biro wisata. Adapun dengan merancang paket kunjungan wisata yang menarik minat turis mancanegara dan domestik.

"Buat paket wisata, dari sisi mana aspek konten apa yang akan dijual, kedua aspek penuangan desainnya supaya menarik, ketiga soal penunjang seperti bumbu-bumbu diskon bagi pengunjung," jelasnya.

Sedangkan pola promosi yang cukup baik saat ini baru bisa dilakukan oleh penggiat desa wisata Umbul Ponggok Klaten, Kaliwlingi Brebes dan Karangjahe Rembang.

"Mereka bisa meraup pendapatan Rp 5 miliar setahun. Maka dari itu, untuk mengejar ketertinggalan, kedepan akan tingkatkan pemberdayaan masyarakatnya," ungkapnya.

Baca juga:
Bantu atasi pelemahan Rupiah, masyarakat diminta tunda jalan-jalan keluar negeri
Pemprov Jabar ajak asing investasi di sektor pariwisata hingga infrastruktur
Sensasi panorama di atas awan bukit Wadas Tumpang Banyumas
Ketua DPR dorong Kemenpar perbanyak destinasi wisata halal
Hodgepodge Superfest 2018 jadi andalan datangkan wisman ke Jakarta
Keren, #PesonaAsianGames2018 Kemenpar diminati netizen

(mdk/rhm)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.