2012, Menlu klaim Indonesia berhasil jaga perdamaian dunia
Marty juga menyebut Indonesia berperan mendamaikan konflik di kawasan negara Timur tengah.
Menteri Luar Negeri RI Marty Natalegawa menyampaikan laporan akhir tahun Kementerian Luar Negeri. Dalam pidatonya Marty mengklaim sepanjang 2012 Indonesia telah bekerja keras untuk memelihara stabilitas dan keamanan di beberapa kawasan dari berbagai ancaman.
"Adapun sumber ancaman yang dimaksud misalnya potensi konflik di Laut China Selatan, sengketa wilayah antar negara lainnya, proliferasi senjata pemusnah massal. Indonesia telah memproyeksikan peranan sebagai bagian dari solusi," kata Marty di Gedung Kemenlu, Jakarta, Jumat (4/1).
Selain itu, Indonesia juga konsentrasi dalam konsolidasi dan nilai-nilai HAM di kawasan dan tingkat global. Sebenarnya wacana penegakan HAM ini sudah dicanangkan mulai dari tahun 2003 bersama negara ASEAN lainnya.
"Perkembangan di Myanmar adalah contoh konkret, tentunya proses demokrasi tidak tanpa tantangan dan ketika tantangan tersebut terjadi kita sebagai keluarga besar ASEAN bahu membahu dalam memberikan dorongan untuk tetap konsisten menjalankan demokrasi," ujarnya.
Di sepanjang 2012, lanjut Marty diplomasi Indonesia bekerja di kawasan Timur tengah, baik yang menyangkut konflik di Suriah maupun di Palestina. Indonesia merasa kebuntuan upaya diplomasi mengenai masalah Suriah harus segera diatasi karena telah memakan korban begitu banyak.
"Sementara itu, Palestina telah dan akan terus menjadi agenda prioritas diplomasi dan politik luar negeri Indonesia," imbuhnya.(mdk/lia)