LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

20-26 Juni gelombang tinggi di sejumlah perairan, BMKG ingatkan warga waspada

Sejumlah wilayah perairan yang berpotensi terjadi gelombang tinggi, di antaranya Laut Jawa bagian timur, Selat Makassar bagian selatan, Laut Banda, Laut Arafuru, dan beberapa perairan yang berhadapan dengan laut lepas, seperti perairan selatan Jawa hingga NTT.

2018-06-20 11:28:00
Cuaca Ekstrem
Advertisement

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat waspada saat melakukan aktivitas di laut. Sebab saat ini sedang terjadi gelombang tinggi di sejumlah perairan Indonesia sebagai dampak peningkatan kecepatan angin.

"Saat ini kecepatan angin cukup tinggi sehingga bisa berdampak terhadap terjadinya gelombang tinggi di sejumlah perairan. Jadi, nelayan, pelayaran, maupun masyarakat pengguna jasa angkutan laut juga harus waspada," kata Kabid Informasi Meteorologi Maritim BMKG, Eko Prasetyo. Demikian dikutip dari Antara, Rabu (20/6).

Dia mengatakan, kecepatan angin timuran saat ini mencapai 46 kilometer per jam. Kondisi angin tersebut diprakirakan bertahan hingga 26 Juni mendatang.

Advertisement

"Kondisi ini tentu akan berdampak terhadap kelancaran arus balik Lebaran, khususnya bagi pengguna jasa angkutan laut," katanya.

Ia merinci potensi tinggi gelombang masing-masing perairan sebagai variatif, antara 1,25-4,00 meter.

Tinggi gelombang 1,25-2,50 meter berpotensi di perairan Selat Malaka bagian utara, perairan barat Aceh, perairan barat Pulau Simeuleu hingga Kepulauan Mentawai, perairan Enggano, Bengkulu, perairan selatan Pulau Sawu, Pulau Rote, Kupang, Selat Sumba, Selat Ombai, Selat Sape bagian selatan, Laut Sawu, dan Laut Timor.

Advertisement

Selain itu, Laut Jawa bagian barat dan tengah, perairan utara Jawa Timur hingga Kepulauan Kangean, Laut Flores, perairan timur Sulawesi Tenggara, perairan Kepulauan Sermata hingga Kepulauan Tanimbar, perairan Kepulauan Kai dan Kepulauan Aru, perairan selatan Ambon, serta Laut Arafuru bagian timur.

Tinggi gelombang 2,50-4,00 meter berpotensi di perairan Sabang, perairan barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan, Laut Jawa bagian timur, Selat Makassar bagian selatan, perairan selatan Pulau Jawa hingga Pulau Sumba, Selat Bali bagian selatan, Selat Lombok bagian selatan, Selat Alas bagian selatan, Laut Banda, serta Laut Arafuru bagian tengah dan barat.

"Penyeberangan Merak-Bakaheuni dan Ketapang-Gilimanuk diprakirakan masih relatif aman dengan ketinggian gelombang berkisar antara 0,25-0,75 meter," kata Eko.

Tapi, lanjutnya, jalur penyeberangan Gresik-Pulau Bawean dan Pulau Sabang-Banda Aceh perlu diwaspadai karena gelombang dapat mencapai ketinggian 2,00-2,50 meter.

Dengan potensi gelombang laut yang cukup tinggi di beberapa wilayah Indonesia, masyarakat dan kapal-kapal yang melintas diimbau untuk tetap waspada dan siaga dalam melakukan aktivitas penyeberangan.

"Masyarakat diimbau untuk selalu memperhatikan informasi cuaca dan gelombang," jelas Eko.

Baca juga:
Hujan es landa kawasan Lebak Banten, warga kaget dan bingung
4 Kota terdingin di dunia, lempar air panas bisa jadi salju
Puting beliung rusak delapan rumah warga Simalungun
Ratusan rumah di Sintang Kalbar terendam banjir
Petir dan angin kencang sebabkan 50 orang tewas di India
Kepanasan di bulan puasa, anak-anak di Mesir ini terjun dari ketinggian
Gelombang panas paksa warga Pakistan mandi di air mancur

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.