2 Tahun jadi menteri, Amir tak paham misteri di Kemenkum HAM
"Saya akui sampai saat ini masih terlalu banyak hal yang belum saya kerjakan," kata Amir.
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Amir Syamsuddin, mengatakan dia merasa belum lengkap menunaikan tugasnya sebagai pimpinan Kementerian Hukum dan HAM. Bahkan, menurut dia, masih banyak hal yang dia tidak pahami di kementerian tempatnya bertugas saat ini.
"Saya akui sampai saat ini masih terlalu banyak hal yang belum saya kerjakan. Lebih jujur lagi, masih banyak misteri yang belum saya pahami di Kementerian Hukum dan HAM," kata Amir dalam pidatonya di acara Refleksi dan Syukuran Hari Dharma Karyadhika di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia 2013, Jakarta, Rabu (30/10).
Diketahui, Amir menjadi Menkum HAM sejak Oktober 2011. Ia kala itu menggantikan Patrialis Akbar yang di-reshuffle oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Amir mengakui, dalam dua tahun masa kerjanya di Kementerian Hukum dan HAM, masih banyak pihak yang melontarkan kritik atas kinerjanya dan wakilnya, Denny Indrayana. Petinggi Partai Demokrat itu mengatakan masih banyak persoalan yang belum dia selesaikan di institusi dipimpinnya.
Namun, Amir mengaku tidak memiliki target apapun dalam menunaikan tugasnya. Menurut dia, penilaian pekerjaannya dia serahkan kepada Presiden SBY.
"Saya tidak punya target wajib menyelesaikan tugas itu sampai akhir masa tugas kabinet Indonesia Bersatu. Saya tetap harus bersiap diri," ujar Amir.(mdk/has)