LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

2 Penjara di Padang dinilai rawan kericuhan saat Pilkada serentak

Dua penjara yang dimaksud yakni Rumah Tahanan (Rutan) Anak Air dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Padang.

2018-06-27 00:34:00
Pilkada Serentak
Advertisement

Kapolresta Padang AKBP Yulmar Try Himawan menyebutkan, dua lembaga pemasyarakatan (Lapas) di Kota Padang dinilai rawan kericuhan saat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 yang digelar secara serentak, Rabu (27/6). Dua penjara yang dimaksud yakni Rumah Tahanan (Rutan) Anak Air dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Padang.

"Karena di sana tempat terpidana memilih, dan tidak menutup kemungkinan akan terjadinya gesekan. Kita tetap mewaspadai hal tersebut dengan sifat antisipasi dan siap," katanya kepada merdeka.com, Selasa (26/6).

Kericuhan dinilai sebagai ajang kesempatan untuk melarikan diri. "Sementara untuk TPS di luar Lapas yang berjumlah 1.598 TPS dipastikan aman, meskipun ada sejumlah TPS yang jauh dari jangkauan kami, seperti di TPS Sungai Pisang," tuturnya.

Advertisement

Sambung mantan Wakil Direktur (Wadir) Reserse Narkoba Polda tersebut, pihaknya mengerahkan 700 anggotanya ke TPS.

"Artinya setiap dua personel polisi akan mengawasi empat TPS dengan dibantu delapan petugas Satuan Perlindungan Masyarakat (Sat Linmas). Untuk TPS yang kami anggap rawan lebih ketat lagi, dua TPS dikawal dua polisi dengan empat Sat Linmas," paparnya.

Dia menegaskan kepada jajarannya untuk tidak mencoba menjadi saksi, baik saat pemilihan maupun penghitungan suara.

Advertisement

"Saya tegaskan, kami tetap harus netral dan tidak masuk ke dalam ruang pencoblosan, kecuali jika diminta oleh Ketua Kelompok Pemungutan Pemilihan Suara (KPPS) dan itupun sifatnya hanya mengawasi," terangnya.

Terkait pengamanan Pilkada di empat tempat, Polda Sumbar mengirimkan 100 personel dari Satuan Brigade Mobil (Brimob). "Sesuai permintaan dari Polda Sumut dan sudah kita berangkatkan sejak Minggu lalu, dan akan bertugas hingga 30 Juni 2018 mendatang," kata Kapolda Sumbar Irjen Fakhrizal.

Polda Sumbar akan kembali mengirimkan personel tambahan jika dibutuhkan oleh Polda Sumut. "Sesuai kebutuhan dan jika kembali diminta kami (akan) kirim lagi," tuturnya.

Baca juga:
Diusung 10 partai, Emzalmi-Desri maju di Pilwalkot Padang
Kisah wali kota paling jujur se-Indonesia, sampai ngutang anak buah
Deretan TPS unik di Pilkada serentak dijamin bikin tertawa
PKS klaim pasangan Irwan-Nasrul unggul di Pilgub Sumbar
Kurang sosialisasi, pemilih pilkada di Sumbar di bawah 80 persen

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.