LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

2 Pembunuh sadis Martono diringkus, motif kesal ditolak berdamai

Dua pelaku pembunuhan sadis terhadap Martono (43) di depan istrinya dini hari kemarin akhirnya diringkus. Para pelaku kesal korban enggan diajak berdamai setelah adik pelaku tepergok mencuri tabung elpiji milik korban.

2017-08-09 18:45:23
Pembunuhan
Advertisement

Dua pelaku pembunuhan sadis terhadap Martono (43) di depan istrinya dini hari kemarin akhirnya diringkus. Para pelaku kesal korban enggan diajak berdamai setelah adik pelaku tepergok mencuri tabung elpiji milik korban.

Kedua tersangka adalah Ario Deni (24) dan Fuji Zurnami (22). Keduanya warga Jalan TPA II, Desa Tanjung Baru, Kecamatan Muara Belida, Muara Enim, Sumatera Selatan.

Tersangka Ario mengaku pembunuhan itu telah direncanakan sebelumnya dengan mengajak tersangka Fuji ke rumah korban dengan membawa pedang dan pisau. Pembunuhan diawali bacokan tersangka Fuji ketika korban keluar rumah.

"Fuji bacok di kepala. Habis itu dia (korban) lari ke semak-semak, kami kejar. Waktu itulah kami bacok dan tikam, lupa berapa banyak," ungkap tersangka Ario di Mapolresta Palembang, Rabu (9/8).

Diakuinya, aksi nekat itu dipicu kekesalannya terhadap korban yang menolak diajak berdamai karena adik tersangka mencuri tabung elpiji milik korban. Alhasil, adik tersangka dijebloskan ke penjara.

"Kami ingin selesaikan baik-baik, tapi malah ditolak. Gara-gara itu adik saya masuk penjara," kata dia.

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara mengatakan, kedua tersangka diringkus Unit Opsnal Unit Pidum dan Tekap 134 Satreskrim setelah dilakukan penyelidikan. Kedua tersangka dikenakan Pasal 340 dan 179 (3) KUHP tentang pembunuhan berencana dan pengeroyokan.

"Kedua tersangka ditangkap kurang dari 24 jam usai kejadian. Pemeriksaan masih berlangsung," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Martono tewas dibantai dua orang di hadapan istri di depan rumahnya di Jalan Solok Betutu, Kelurahan Keramasan, Kertapati, Palembang, Selasa (8/8) dini hari. Dalam keadaan terluka, korban keluar rumah dengan maksud menyelamatkan diri. Pelaku mengejar korban sambil menyerang korban.

Istrinya berusaha meminta bantuan namun tak ada warga yang menolong. Yuniarti juga sempat mencari keberadaan suaminya usai dibunuh namun tidak ketemu karena posisi gelap. Lantas, Yuniarti melapor ke kantor polisi sehingga dilakukan pencarian bersama warga.

Beberapa jam dicari, jasad korban ditemukan di semak-semak dengan kondisi mengenaskan. Di antaranya luka bacok di kepala, bahu kanan, siku kiri, luka tusuk di dada, dan luka di kaki kiri.(mdk/dan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.