LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

2 Pegawai BUMN di Kupang Diisolasi usai Pulang dari Korsel dan Jepang

Rumah Sakit Umum Daerah W.Z. Yohanes Kupang, Nusa Tenggara Timur, mengawasi dua pasien yang baru pulang dari Korea Selatan (Korsel) dan Jepang. Keduanya mengeluh batuk pilek.

2020-03-03 16:52:42
Corona di Indonesia
Advertisement

Rumah Sakit Umum Daerah W.Z. Yohanes Kupang, Nusa Tenggara Timur, mengawasi dua pasien yang baru pulang dari Korea Selatan (Korsel) dan Jepang. Keduanya mengeluh batuk pilek.

Kedua pasien berinisial MY dan PF, merupakan pegawai salah satu BUMN yang ditugaskan di Kupang. Mereka berdua kini menjalani perawatan di ruang isolasi natural mekanik.

Spesialis Pathologi Klinik Rumah Sakit Umum Daerah W.Z. Yohanes Kupang, dr. Itha Malawa kepada wartawan menjelaskan, inisiatif kedua pasien datang ke rumah sakit untuk memeriksakan diri, setelah batuk dan pilek yang dialami tidak kunjung sembuh usai pulang dari Korea Selatan.

Advertisement

"Ada dua warga negara Indonesia yang atas inisiatif sendiri, mereka kuatir karena mereka baru pulang melakukan perjalanan dari dua negara yang terjangkit, yakni Korea Selatan dan Jepang. Mereka datang atas inisiatif sendiri karena ada riwayat batuk pilek," katanya, Selasa (3/3).

Menurut Itha, pihaknya sudah melakukan wawancara terhadap kedua pasien, bahwa batuk pilek yang dialami masih di Indonesia, sebelum mereka ke Korea Selatan dan Jepang. Bahkan sudah berobat di dokter di Kupang dan Yogyakarta, namun tidak kunjung sembuh.

"Karena di Jepang lagi musim dingin, batuknya tidak berkurang tapi tetap ada, sehingga sampai mereka kembali ke Indonesia, terus ke Kupang tanggal 2 kemarin masih batuk dan atas inisiatif mereka sendiri, mereka datang ke UGD untuk memastikan apakah mereka terjangkit virus Corona ini," jelasnya.

Advertisement

Standar pemeriksaan yang dilakukan terhadap kedua pasien, menggunakan standar WHO dan Kementerian Kesehatan serta sesuai prosedur yang ditetapkan.

"Untuk pengambilan spesimen pada orang yang sudah tersangka ya, jadi yang kita ambil adalah spesimen dari nasovaring (hidung), orovaring (tenggorokan), lalu kita ambil dahaknya (sputun) dan juga darahnya. Nah spesimen ini sesuai dengan panduan, harus dikirim dan diperiksa di Litbang Kesehatan Kemenkes di Jakarta," tambah Itha.

Masyarakat diimbau untuk tidak panik, namun tetap meningkatkan daya tahan tubuh, karena kedua pasien masih dalam tahap pemantauan dan pengawasan bukan suspek virus Corona.

Baca juga:
Sanksi Pedagang Terbukti Timbun Sembako, Denda Rp50 M Hingga Cabut Izin Usaha
Laboratorium Militer Amerika Kembangkan Vaksin Virus Corona
Thermal Scanner Tak Deteksi Corona karena Perubahan Karakter Virus
Dinas Pendidikan DKI Terbitkan Surat Edaran Waspada Corona
AMSI Ajak Media Hindari Berita Virus Corona yang Bikin Panik Publik
Wabah Corona Tunda Penandatanganan Final Gasifikasi PT Bukit Asam

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.